Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Dalami Video Syur Siswi SMP

10 Oktober 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Ilustrasi

Ilustrasi

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Beredarnya video syur di kalangan pelajar SMP Kutorejo menjadi perhatian serius kepolisian. Rabu (9/10), Satreskrim Polres Mojokerto mulai melakukan penyelidikan.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery, mengatakan, pihaknya sebenarnya baru saja mendapat informasi terkait beredarnya vidio panas yang diduga diperankan siswi kelas VII di salah satu SMP di Kecamatan Kutorejo ini. ’’Yang jelas, akan kami tindaklanjuti,’’ ungkapnya.

Menurut Fery, pihaknya akan melakukan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan). Tentunya, dengan mengidentifikasi terlebih dulu vidio berdurasi 8 detik yang belakangan viral dan bikin gaduh di lingkungan pendidikan tersebut. ’’Kami akan pelajari dulu. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,’’ tuturnya.

Tak hanya kepolisian, beredarnya video panas itu ternyata juga sudah terdengar ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto. Dalam waktu dekat, DP2KBP2 bakal menelusuri kebenaran kabar video tersebut. ’’Iya, tiga hari lalu saya sudah mendengar. Bahkan, saya sudah berusaha untuk melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah. Namun, sampai hari ini (kemarin, Red) saya coba hubungi belum bisa. Nomor kepala sekolahnya tidak ada jawaban,’’ ujar Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Joedha Hadi.

Joedha menuturkan, pemeran video tersebut merupakan korban. Terlebih jika motif tersebarnya video syur benar-benar akibat salah kirim dan pemeran video tak senonoh itu merupakan siswi SMP. ’’Maka dari itu, kami akan klarifikasi dulu. Apa benar itu siswi SMP negeri di sekolah itu. Kami akan konfirmasi, apa alasannya, apakah sengaja, atau disebarkan orang lain, mungkin pacarnya yang sakit hati dan lain sebagainya. Kemudian mengapa dia membuat video itu,’’ jelasnya.

Joedha mengaku sangat menyayangkan jika ada niat sekolah mengeluarkan siswi pemeran video syur. Sebab, tidak semestinya sekolah mengeluarkan kebijakan tersebut. Sekolah juga dianggap keliru dalam mengambil kebijakan. Karena hal itu bertentangan dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Langkah itu pun dianggap bukan solusi.

’’Karena sesungguhnya dia itu korban. Hak pendidikan harus dilindungi, itu berdasarkan undang-undang,’’ jelasnya.Untuk itu, lanjut Joedha, kasus tersebarnya video syur ini akan menjadi atensi DP2KBP2. ’’Ranah kami bukan di sekolahnya, namun terkait dengan hak-hak pendidikan siswi ini. Secepatnya akan kami klarifikasi ke sekolah,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia