Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Daur Ulang Cokelat Expired

10 Oktober 2019, 08: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Dari penggerebekan di rumah sekaligus tempat produksi ini, polisi menyita puluhan karung jajan pilus dan cokelat expired.

Dari penggerebekan di rumah sekaligus tempat produksi ini, polisi menyita puluhan karung jajan pilus dan cokelat expired. (khudori/radarmojokerto.id)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat harus lebih teliti dan berhati-hati dalam membeli produk jajanan ringan, utamanya untuk buah hati. Menyusul, jajanan tidak layak konsumsi belakangan ini masih marak diperjual belikan secara bebas di pasaran.

Setidaknya, hal itu terungkap setelah Satreskrim Polres Mojokerto mencium praktik curang pengelolaan atau daur ulang cokelat dan pilus di sebuah rumah di Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Pengemasan ulang camilan diduga telah kedaluwarsa ini dilakukan dalam garasi rumah milik MJ, 44, warga setempat. Dari penggerebekan di rumah sekaligus tempat produksi ini, polisi menyita puluhan karung jajan pilus dan cokelat expired. ’’Ada sekitar 45-an karung berisi pilus yang diamankan polisi,’’ ungkap sumber kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Rabu (9/10).

Polisi juga menyita satu kompor dan wajan penggorengan yang digunakan pelaku dalam mengeraskan camilan, serta satu mobil pikap Daihatsu Gran Max Nopol S 9197 NB diduga sebagai alat trasportasi dalam melancarkan bisnis bermasalah tersebut.

’’Selain itu, ada dua bendel lebel merek camilan istimewa Dua Ikan, diduga sebagai produk kemasannya,’’ terangnya. Di lokasi, polisi turut menyita mesin adonan molen yang belakangan ini digunakan untuk mencampur bumbu pilus, dan tiga tong cokelat yang sudah dicampur dengan wafer.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, M. Solikhin Fery, menyatakan, pihaknya masih enggan untuk menjelaskan secara detail penggerebekan tersebut. Sebab, lanjut dia, sejauh ini petugas masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. Fery juga tidak ingin berspekulasi siapa pelaku di balik produksi pilus dan cokelat diduga kedaluwarsa ini sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. ’’Masih nunggu hasil laboratorium,’’ ungkapnya.

Informasi Jawa Pos Radar Mojokerto di lapangan menyebutkan, penggerebekan dilakukan satreskrim pada Selasa (8/10) sekitar 13.00. Hal ini tak lepas dari informasi dari masyarakat yang menyebutkan, bahwa di Dusun Manukan, Desa Balongmasin, diduga terdapat industri rumahan (home industry) pengolahan atau daur ulang cokelat dan jajanan pilus kedaluwarsa.

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penggerebekan. Para pelaku yang sedang beraktivitas tak bisa mengelak. Selain di lokasi banyak ditemukan barang bukti, pekerja juga juga sedang melakukan aktivitas produksi daur ulang jajan.

Mulai dari penggorengan hingga melakukan pengemasan ulang. ’’Satu kemasan, karyawan dapat upah Rp 1.000,’’ ungkap MJ, ditemui di rumahnya. Menurutnya, produksi ulang ini sudah berlangsung selama lima bulan terkahir.

Hanya saja, pihaknya mengaku tidak tahu-menahu, kemana produksi camilan itu dipasarkan. Termasuk, dari mana asal jajanan kedaluwarsa tersebut didapat. Dirinya hanya berperan sebagai karyawan. Sementara pemiliknya diketahui berinisial PA, warga asal Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

’’Barang ini selalu diantar dan diambil ke sini. Jadi, saya tidak tahu, kemana saja dijual,’’ terangnya. Hingga kemarin garasi sekaligus rumah sebagai tempat produksi daur ulang jajan masih terpasang garis polisi (police line) dan tidak ada aktivitas produksi.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia