Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Video Panas Siswi SMP Beredar

09 Oktober 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Video Panas Siswi SMP Beredar

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Dunia pedidikan di Kabupaten Mojokerto kembali dikejutkan dengan beredarnya video tak senonoh diduga melibatkan pelajar setingkat SMP. Video panas yang beredar di kalangan pelajar ini terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Kutorejo.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, video yang mempertontonkan bagian vital sang gadis ini belakangan diketahui adalah siswi SMP berinisial SAI, 13, warga Kecamatan Mojosari.

Meski durasi video cukup singkat hanya 8 detik, namun sudah lima hari terakhir ini video tersebut  membuat heboh, bahkan telah menjadi tontonan kalangan pelajar melalui smartphone.

Kendati demikian mereka tak percaya jika video tersebut diperagakan oleh salah satu siswi yang mereka dikenal. ’’Saya tahunya (video beredar) sudah sejak Kamis pekan lalu,’’ ungkap AE, salah satu pelajar.

Belum diketahui pasti kapan dan di mana adegan video ini direkam. Namun, hasil penelusuran di lapangan, video ini diduga sengaja di-share oleh korban sendiri kepada sang pacar, yang dikenal lewat media sosial (medsos) facebook. Akan tetapi, dalam pengiriman file videonya disinyalir korban salah kirim, yakni kepada salah satu kakak kelasnya di sekolah yang sama.

Karena kecerobohan korban yang belakangan diketahui masih duduk di kelas VII SMP ini, membuat video dengan cepat viral di tengah kalangan pelajar. ’’Yang saya tahu tersebarnya karena dia salah kirim video itu ke kontak WhatsApp kakak kelasnya,’’ terangnya.

Hal itu pun membuat gaduh di kalangan mereka. Tanpa hitungan menit, video dengan cepat menyebar. ’’Iya, video itu sudah beredar di grup-grup WhatsApp kakak kelas juga. Malah sempat dibuat status di WA,’’ tegasnya.

Video ini bahkan sudah terdengar di kalangan dewan guru. Dari sumber Jawa Pos Radar Mojokerto, korban sudah dipanggil dewan guru dengan didampingi orang tuanya untuk diklarifikasi.

Bahkan, disebut-sebut SAI sempat akan dikeluarkan dari sekolah. Namun, hal itu urung dilakukan setelah orang tua korban keukeuh agar putrinya tetap diperbolehkan sekolah di SMP yang sama. ’’Infonya, dia akan diskorsing selama satu bulan. Tapi pastinya, coba dikroscek dulu ke sekolah,’’ ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, hingga kemarin pihak sekolah belum memberi penjelasan kebenaran akan beredarnya video tersebut. Jawa Pos Radar Mojokerto yang mendatangi kepala sekolah bersangkutan di sekolah juga tidak ada di tempat. Pun saat dihubungi melalui telepon tidak dijawab. ’’Maaf, ibu kepala sekolah tidak ada ditempat. Di dalam sekolah juga sedang ada ujian,’’ ungkap salah satu satpam sekolah setempat.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia