Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Calon Pengantin Dijambret, Pelaku Babak Belur Dihakimi Massa

09 Oktober 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Kapolsek Magersari Kompol M. Sulkan saat menginterogasi pelaku.

Kapolsek Magersari Kompol M. Sulkan saat menginterogasi pelaku. (khudori/radarmojokerto.id)

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Berdalih karena himpitan ekonomi, Muhammad Indra Pratama, 21, nekat menjambret di Jalan Raya Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Namun, belum sempat menikmati hasil kejahatan, pemudaasal Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto ini, babak belur jadi bulan-bulanan warga.

Dia tertangkap setelah sebelumnya dikejar warga terbukti menjambret calon pengantin berinisial IS, 25, warga Magersari, dan YN, 23, warga Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg.

’’Dari tangan tersangka, kami mengamankan uang Rp 700 ribu, dan satu handphone,’’ ungkap Kapolsek Magersari Kompol Moh. Sulkan, Selasa (8/10). Kasus penjambretan terjadi Senin (7/10) malam pukul 22.00.

Saat itu, korban berboncengan menggendarai motor Honda Vario berjalan dari Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Wates, menuju Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar. Di tengah perjalanan, mereka yang berencan mencari makan malam, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, dipepet pelaku mengendarai Motor Honda Mega Pro Nopol W 5322 XS dari belakang. ’’Seketika pelaku menarik tas selempang korban,’’ ujarnya.

Aksi saling tarik sempat terjadi. Namun, saking kuatnya tarikan pelaku, membuat korban tak kuasa mempertahankan tas miliknya. Teriakan meminta tolong korban pun mengundang warga untuk membantu mengejar pelaku. Ia akhirnya ditangkap di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar. Setelah sempat terjungkal ke jalan bersama motor yang dikendarai. Warga yang geram dengan ulah pelaku lantas beramai-ramai menangkap. ’’Sempat jadi bulan-bulanan, karena warga sudah geram. Jadi, pelaku sudah pada bonyok,’’ terangnya.

Bersama barang bukti, pelaku kemudian diamankan ke mapolsek. Keterangan pelaku kepada petugas, ia nekat menjambret karena alasan ekonomi. Selain itu,sebelumnya mengaku menjadi korban PHK dari tempat kerja. Kini, kata Sulkan, pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.’’Ancaman hukumannya di atas tiga tahun penjara,’’ tandasnya.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia