Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dor! Polisi Lubangi Spesialis Curi Motor

09 Oktober 2019, 07: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Motor hasil curian pelaku yang diamankan petugas kepolisian.

Motor hasil curian pelaku yang diamankan petugas kepolisian. (khudori/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Spesialis pembobolan rumah dan pencurian sepeda motor (curanmor), Sholehuddin, 39, dilumpuhkan Satreskrim Polresta Mojokerto, kemarin. Warga asal Dusun Kembangan, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro ini, terpaksa ditembus peluru tajam karena melawan petugas dan berusaha kabur saat ditangkap.

’’Karena pelaku membahayakan nyawa petugas, terpaksa kami tembak,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka, di mapolresta Selasa (8/10).

Sholehuddin tidak beraksi sendirian. Dia kerap bekerja sama dengan rekannya, NR, warga Desa Ganting, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Kini status NR ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). ’’Sekarang masih kika lakukan pengejaran,’’ tambahnya.

Penangkapan tersangka berawal dari kecurigaan petugas pada Selasa (1/10) di kawasan Dawarblandong. Namun, di tengah cipta kondisi (cipkon) pukul 00.30 itu, petugas melihat dua orang berboncengan menggunakan sepeda Honda Revo Nopol W 3047 MU.

’’Keduanya juga membawa sepeda angin merek Phoenix warna hitam,’’ terangnya. Gerak-gerik mencuriagkan membuat petugas membuntuti hingga wilayah Kecamatan Mojoanyar, sekitar pukul 03.00.

Di lokasi ini, petugas mencoba menghentikan sekaligus melakukan pemeriksaan. Kehadiran petugas justru membuat kedua pelaku melarikan diri. Mereka bahkan meninggal motor dan sepeda di lokasi.

Setelah dilakukan penyelidkan, sepeda angin dan motor yang dibawa pelaku ternyata hasil kejahatan. ’’Kondisi itu diperkuat setelah petugas mengetahui ada kunci leter T yang menempel pada sepeda motor,’’ katanya.

Tak hanya itu, petugas turut menemukan dua tas milik pelaku yang tertinggal. Kedua tas itu berisi peralatan. Seperti kunci leter T, sejumlah kunci pas, tang, dan sarung.

’’Di dalam tas, kami temukan satu buah celurit dan dua kubut,’’ jelas Ade Warokka. Bermodal barang bukti itu, petugas terus melakukan pengejaran. Kamis (3/10) petugas meringkus Sholehuddin di Jalan Raya Tarik, Sidoarjo, pukul 16.30.

Namun, penangkapan tak berjalan mulus. Pelaku yang sudah menjadi target justru melawan. Karena merasa terancam, petugas akhirnya menembak kaki pelaku. ’’Pelaku juga mengaku melakukan kejahatan bersama temannya,’’ tuturnya. Keduanya bahkan sudah beraksi di sejumlah daerah.

Di Lamongan dan Sidoarjo masing-masing satu kali, dan di Gresik dua kali. Sementara, di Mojokerto pelaku berhasil melakukan aksinya hingga enam kali. ’’Dua kali di wilayah Dawarblandong, dan empat kali di Kecamatan Jetis,’’ paparnya. Selain itu, pelaku pernah membobol toko di kawasan Jetis,dan membawa kabur beberapa slop rokok.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia