Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ibu Rumah Tangga di Mojokerto Ini Edarkan Sabu

08 Oktober 2019, 08: 55: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Barang bukti sabu-sabu dan pil dobel L yang diamankan dari tersangka Indrawati warga Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Barang bukti sabu-sabu dan pil dobel L yang diamankan dari tersangka Indrawati warga Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. (khudori/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto -  Peredaran kasus narkoba di Mojokerto bak gunung es. Terbaru, setidaknya Satnarkoba Polresta Mojokerto berhasil mengungkap jaringan pengedar yang melibatkan kaum perempuan, Indrawati, 42.

Dari tangan ibu rumah tangga (IRT) warga asal Jalan Wijaya Kusuma, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto ini, petugas menyita 4,5 gram sabu-sabu dan 2 ribu butir pil koplo.

’’Dia kami tangkap karena terbukti mengedarkan sabu-sabu dan pil dobel L,’’ ungkap Kasatresnarkoba Polresta Mojokerto AKP Redik Tribawanto, Senin . Pelaku yang kini dalam pengembangan petugas itu ditangkap di rumahnya pada Jumat (4/10) pukul 05.00.

Indrawati juga kedapatan memiliki barang haram. Dengan rincian, 9 paket plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat bruto 4,5 gram. Dan, 2 ribu butir pil double L dikemas 20 plastik, masing-masing plastik berisi 50 butir, dan 1 bungkus plastik besar isi 1.000 butir.

’’Barang bukti ini kami dapati di dalam rumah tersangka saat kami lakukan penggeledahan,’’ tuturnya.

Redik menyebutkan, penangkapan ibu RT ini memang tak lepas dari pengembangan pelaku sebelumnya berinisial S, yang ditangkap lebih dulu. Indrawati disebut-sebut terlibat dalam peredaran narkoba antarwilayah dan antarkota. Diketahui, tersangka S ini sebelumnya sering mengirim sabu-sabu kepada tersangka Indrawati. ’’Dari Indrawati ini kemudian sabu-sabu dan pil dobel L diedarkan kembali,’’ tuturnya.

Sasarannya pun tak berbeda dengan pelaku lainnya. Untuk menjual sabu-sabu dan pil koplo, pelaku kerap menyasar usia-usia produktif. Baik pekerja pabrikan atau lainnya. Pun demikian dengan harganya, juga dijual bervariasi. Mulai dari Rp 150 ribu-Rp 200 ribu per paket untuk sabu-sabu kemasan hemat. Sedangkan, pil dobel L dijual Rp 25 ribu per satu paket hemat dengan isi 10 butir. ’’Kami juga mengamankan satu handphone (HP) yang dipakai transaksi. Dari HP ini kami berhasil mendapati identitas pelaku lain diduga jaringannya. Sekarang masih kita dalami,’’ paparnya.

Saat ini, barang bukti serta pelaku ditahan Polresta Mojokerto guna pemeriksaan lebih lanjut.  Oleh polisi pelaku dijerat dengan pasal 112 dan 114 KUHP tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia