Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik
Pilkada Mojokerto 2020

Pungkasiadi Akui Banyak Calon Pendamping Masuk

08 Oktober 2019, 09: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi menyebut banyak nama calon wakil yang akan mendampinginya dalam kontestasi pilbup 2020 nanti.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi menyebut banyak nama calon wakil yang akan mendampinginya dalam kontestasi pilbup 2020 nanti. (dok/radarmojokerto.id)

Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi optimistis mampu mengantongi tiket dan maju sebagai cabup dalam Pilkada 2020 nanti. Bahkan, ia sudah memegang sejumlah figur yang masuk dalam daftar calon pendamping. ’’Banyak nama yang masuk,’’ ungkapnya.

Meski diketahui banyak nama, tetapi Pung mengaku, nama-nama figur itu masih dimungkinkan terus berubah. ’’Sampai sekarang, masih sangat dinamis kok,’’ terusnya.

Untuk menentukan figur pendamping, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto ini, menilai, akan ditentukan dalam komunikasi lanjutan dengan para partai pengusung. ’’Kita bicarakan bareng-bareng lah. Karena, yang nomor satu, kita bisa berhasil dan menang di Pilkada 2020 nanti,’’ pungkas dia.

Saat ini, sejumlah nama masuk dalam bursa pendamping Pung saat running Pilbup 2020 nanti. Di antaranya, Winajat. Ia merupakan politisi Golkar yang sudah berulang-ulang menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.

Namun, untuk mendapat peluang duduk sebagai calon wakil incumbent ini, Winajat bakal menemui ganjalan. Karena, di internal Golkar, rekomendasi itu masih diributkan Yusuf Husni.

Pengurus DPD Golkar Jatim ini, mengklaim, jika partai beringin telah merekom dirinya sebagai calon wakil bupati. Rekom ini telah turun sesaat setelah Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa terjerat kasus korupsi, beberapa waktu lalu.

Figur lain yang masuk dalam bursa pendamping Pungkasiadi adalah Rindahwati. Ia merupakan Ketua DPD Nasdem Kabupaten Mojokerto. Partai besutan Surya Paloh ini meraih 3 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto. ’’Wakilnya nanti Bu Rindah. Sudah ada deal-deal,’’ cerita  salah satu fungsionaris PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto usai mendampingi Pungkasiadi mendaftar di DPD Nasdem, Jumat (4/10) lalu.

Hal ini tak dibantah Pungkasiadi. Ia hanya menegaskan, Nasdem memiliki sejarah panjang hingga dirinya mampu memenangkan Pilkada 2015 lalu. Saat itu, Nasdem merupakan satu dari tujuh parpol yang mengusung pasangan MKP-Pung. Selain Nasdem, yakni PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, Golkar, PKS dan Demokrat.

Dengan diusung tujuh parpol raksasa, Pung akhirnya mampu memperoleh suara 78,63 persen dari rivalnya Misnan-Shofi yang melaju dari jalur perorangan dengan perolehan 21,37 persen suara.

Terpisah, Rindahwati saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto, menjawab dengan nada diplomatis. Menurut dia, sebagai representasi partai, ia akan menjalankan amanah partai. ’’Jika ditunjuk partai, tentu saya akan siap. Sebagai orang partai, tetap akan tunduk dan patuh terhadap keputusan partai. Apapun itu keputusannya,’’ tegasnya.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia