Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Upgrade Mesin Vespa Sprint 1978, Vespa Tua Beraroma Ninja

07 Oktober 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Vespa milik Fadholi ini saat diparkir di atas jembatan di pegunungan di perbatasan Mojokerto-Batu.

Vespa milik Fadholi ini saat diparkir di atas jembatan di pegunungan di perbatasan Mojokerto-Batu. (dok/radarmojokerto.id)

SEKILAS tak ada yang mencolok dari Vespa Sprint lansiran tahun 1978 milik Rakhmad Fadholi Hudaya atau yang biasa disapa Fadholi. Meski terlihat kinclong dan sangat terawat, namun tampilannya masih sama seperti Vespa klasik pada umumnya.

Tapi siapa sangka. Di balik dibalik tampilan minimalis ini, ternyata tersimpan power mesin yang cukup sangar. Akselerasi dan speed Vespa warga Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang tersebut, seakan tak mau kalah dengan kemampuan motor keluaran kekinian.

Melonjaknya performa mesin tak lepas dari upgrade yang dilakukan. Meski tampak cukup simpel, namun hasilnya ternyata sangat nendang. Fadholi hanya mencangkokan  part milik motor 2 tak yang lebih modern. Yang jadi incarannya adalah piston milik Kawasaki Ninja 150.

Fadholi tampaknya ingin mendongkrak kembali Vespanya dengan aroma Ninja 150. Alasan sangat masuk akal. Kawasaki Ninja 150 selama ini memang dikenal sebagai salah satu jagoan mesin 2 tak. Akselerasinya sangat liar dengan speed yang mengerikan.

Selain itu juga dikarenakan kesamaan mesin 2 tak. Dengan ukuran piston yang tak berselisih jauh. Ukuran piston standar Vespa adalah 57,8 mm, sedangkan diameter piston Ninja 150 sekitar 59 mm. Sementara stroke Ninja 150 yang berukuran 54 mm juga nyaris tak berbeda jauh.

Alhasil, pemasangan piston tersebut tak butuh banyak ubahan. Selisih perbedaan diameter ini cukup disiasati Fadholi dengan melakukan korter pada dinding rumah silinder. ’’Masih cukup aman untuk piston berukuran segitu,” terangnya.

Melengkapi bore up mesin, ia pun melakukan porting pada silinder head. Setelah itu, sistem pengapian bawaan asli mengalami perubahan total, dengan pemasangan CDI aftermarket khusus racing. Koil pun tak luput dari penggantian dengan komponen racing pula.

Tak lupa juga memakai busi tipe racing yang mempercepat pembakaran. Makin mantap dengan dukungan derasnya suplai bahan bakar dari karburator Dell’Orto yang mempunyai 3 transfer port. Terakhir untuk saluran pembuangan, ia memasang knalpot custom model racing.

Upgrade beraroma Ninja 150 ini membuat kompresi Vespa jadi makin padat. Tarikan juga terasa enteng dan panjang. Bahkan Fadholi mengaku, jalur Pacet-Batu yang terkenal dengan tanjakan curam dan kelokan tajam mampu dilibas dengan mudah. ’’Malah pastouring ke Cangar, saya pakai untuk boncengan,” pungkasnya.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia