Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Jam Tangan Analog atau Digital?

05 Oktober 2019, 07: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jam Tangan Analog atau Digital?

Seiring perkembangan dunia fashion, model jam tangan juga mengalami perubahan. Kini banyak bertebaran model jam tangan yang menawarkan desain-desain unik dengan kualitas material terbaik. Termasuk teknologinya yang dapat menggambarkan kepribadian si pemakai.

Sejumlah faktor selalu dijadikan pertimbangan pabrikan dalam mendesain jam tangan. Mulai dari estetika, daya tahan, sampai teknologi yang melatarbalakanginya. Semua demi menghasilkan jam tangan dengan kualitas tinggi untuk kenyamanan penggunanya.

Bicara soal teknologi jam tangan, ada dua kategori mendasar yang harus dipilih para penikmatnya. Yaitu teknologi analog serta digital. Meski fungsinya sama, namun sensasi yang disuguhkan masing-masing jam berbeda sangat jauh.

Jam digital misalnya, merupakan jam yang tampilan penunjuk waktunya, mulai dari menit hingga detik tertera di layar elektronik LCD (Liquid Crystal Display). Bahkan, jam digital kini kini semakin canggih dengan dilengkapi banyak fitur.

Seperti stopwatch, alarm, kalkulator, kalender, bahkan GPS. Seolah penggunanya diinterpretasikan sebagai kaum intelektual yang kritis terhadap hal-hal kecil. ’’Sama kayak fiturnya. Semakin banyak fitur maka penggunanya adalah orang yang suka detail dan kritis,’’ tutur Fauzi Widodo, operator PKH Kota Mojokerto.

Hal yang sama juga ditampilkan jam tangan analog yang merupakan jam tangan dengan tampilan ’’clock face” dalam bentuk 12 jam. Dilengkapi jarum penunjuk jam, menit, hingga detik, pengguna jam analog dibuat seperti seorang praktisi nan elegan.

Biasanya, pengguna jam analog adalah mereka yang tidak suka hal-hal rumit. Akan tetapi selalu mengesankan pribadi yang penuh wibawa dan santun. Bahkan, jam analog lebih sering dipadupadankan dengan setelan jas atau kemeja sebagai outfit favorit para birokrat, politisi maupun pakar hukum.

Sehingga saat tampil di depan publik, mereka semakin percaya diri dalam membawakan narasi yang disampaikan. ’’Biasanya casing jam analog lebih banyak menggunakan warna bling-bling. Semakin bersinar, semakin mereka percaya diri,’’ pungkasnya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia