Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Seluruh SDN dan SMPN Dipasang CCTV

05 Oktober 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

SDN Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, yang mulai proses pengerjaan perbaikan tahun ini.

SDN Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, yang mulai proses pengerjaan perbaikan tahun ini. (rizal amrulloh/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Paket perbaikan sekolah mulai dikebut. Saat ini, tahapan rehabilitasi telah digulirkan. Setidaknya, proyek fisik tersebut menyentuh belasan lembaga TK, SD, hingga SMP negeri.

Kepala Dispendik Kota Mojokerto Amin Wachid, menjelaskan, terdapat 14 sekolah negeri yang menjadi sasaran rehabilitasi tahun 2019 ini. Menurutnya, yang menjadi prioritas adalah lembaga yang kondisi fisiknya mengalami kerusakan. ’’Rata-rata kerusakannya katagori sedang. Tapi kalau tidak segera ditangani dikhawatirkan mengganggu proses belajar mengajar,’’ terangnya, Jumat (4/10).

Menurutnya, proyek fisik di beberapa sekolah sudah mulai berjalan. Namun, sejumlah paket lainnya juga masih dalam proses lelang. Baik pengadaan yang melalui Unit Layananan Pengadaan (ULP) maupun lewat e-catalog. ’’Insya Allah semuanya tuntas sampai akhir tahun ini,’’ tandasnya.

Dispendik mencatat, ada 14 sekolah negeri yang mendapat bantuan rehabilitasi adalah TK Pembina Magersari; TK Pembina Prajurit Kulon; SDN Surodinawan; SDN Wates 1, 3, dan 4; SDN Miji 1, 2, dan 4; SDN Kedundung 1; SDN Kranggan 3, dan SDN Gedongan 1, dan SMPN 8. Proyek rehabilitasi tersebut diperkirakan bakal menyerap sebesar Rp 4 miliar lebih yang bersumber dari dana APBD Kota Mojokerto.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini, menambahkan, sentuhan perbaikan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing sekolah. Meliputi fisik di ruang kelas hingga atap bangunan. ’’Setiap sekolah kebutuhannya bervariasi,’’ ulasnya.

Tak hanya itu, tahun ini dispendik juga manambah fasilitas di beberapa titik sekolah. Di antaranya pengadaan Closed Circuit Televisin (CCTV) dan genset di SDN dan SMPN, kontainer untuk rumah baca, hingga pembangunan Gedung Olahraga (GOR).

Rencananya, GOR tersebut akan didirikan di kompleks SDN Wates, Kecamatan Magersari. Setidaknya, pembangunan fasilitas olahraga baru itu dialokasikan sekitar Rp 1,2 miliar melalui APBD. ’’Desain gedung olahraga nanti tertutup dan permanen. Sekarang masih proses pengadaan,’’ tandasnya.

Di samping perbaikan, juga dialokasikan dana pemeliharaan yang menyasar sebanyak 12 sekolah. Masing-masing di SDN Wates 5, 6; SDN Kranggan 2, 4, 5; SDN Kedundung 3; SDN Mentikan 2; SDN Blooto 1,2; SDN Purwotengah 2; SDN Meri 1; SDN Gedongan 3; SDN Sentanan; SDN Balongsari 6; dan SMPN 9. Total seluruhnya dijatah Rp 800 juta untuk kebutuhan pemeliharaan rutin yang bersifat ringan.

Untuk diketahui, proyek fisik sekolah negeri menjadi atensi Wali Kota Ika Puspitasari. Bahkan untuk mengebut proses rehabilitasi, sejumlah posisi jabatan di dispendik masuk dalam daftar perombakan jilid II pada Rabu, (18/9) lalu. Selain itu, beberapa jabatan yang berhubungan dengan pembangunan fisik di bawah Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) juga turut masuk dalam gerbong mutasi.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia