Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Kesulitan Buru Pelaku Pembuangan Bayi Hasil Aborsi

04 Oktober 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Petugas dibantu tim relawan mengevakuasi janin bayi di kebun jagung, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, pada Jumat (27/9) sore.

Petugas dibantu tim relawan mengevakuasi janin bayi di kebun jagung, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, pada Jumat (27/9) sore. (dok/radarmojokerto.id)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Penyelidikan kasus pembuangan janin prematur di ladang jagung Dusun Kemasan, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/9) hingga kini masih buram.

Minimnya bukti petunjuk di lokasi membuat petugas kepolisian kesulitan mengungkap siapa di balik orang tua pelaku pembuangan janin tersebut. ’’Belum ada perkembangan,’’ ungkap Kapolsek Trowulan Kompol Suhartono, kemarin.

Menurutnya, sejauh ini penyidik masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi. ’’Termasuk, melakukan penyisiran rumah sakit hingga ke desa-desa,’’ tuturnya. Dari lima saksi, termasuk pemilik kebun jagung yang diperiksa, sejauh ini penyidik juga belum menemukan fakta baru di balik kasus pembuangan janin dengan kondisi ditabur bunga tersebut.

’’Jadi, belum masih dalam lidik, belum ada tersangka,’’ tambahnya. Kendati demikian, pihaknya memastikan, janin terbungkus kantong plastik warna hitam yang dibuang oleh orang tuanya tersebut tak lain karena hasil aborsi. Kepastian itu berdasarkan hasil otopsi yang dilakuan rumah sakit.

Dia menyebutkan, janin berkelamin perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal itu diperkirakan masih berusia lima bulan dalam kandungan. ’’Keterangan dokter, janin bayi ini dikeluarkan dengan paksa bukan keguguran. Artinya, bisa dikatakan Aborsi,’’ tegasnya.

Janin ini diketahui mempunyai panjang 22 cm. Sedangkan untuk berat polisi belum bisa memastikan. Sebelumnya, janin bayi ini ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dibuang di kebun jagung. Janin perempuan hari ini diduga buang orang tuanya dengan dibungkus kantong plastik warna hitam.

Di sekeliling bayi juga bertabur bunga tujuh rupa. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, janin yang diduga lahir prematur tersebut ditemukan oleh pemilik kebun jagung, Sakur, pukul 16.30. ’’Informasinya dia mau mengairi jagungnya, kemudian menemukan janin dalam keadaan terbungkus plastik hitam,’’ ungkap Hasyim, salah satu warga.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia