Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Asmara Terlarang Dokter-Bidan Naik Penyidikan

04 Oktober 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Dokter spesialis di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto ini tertangkap basah saat berduaan dengan perempuan lain di sebuah kontrakan, Senin (1/10).

Dokter spesialis di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto ini tertangkap basah saat berduaan dengan perempuan lain di sebuah kontrakan, Senin (1/10). (dok/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Skandal asmara terlarang melibatkan dokter spesialis ortopedi, ARP, dan bidan MY, di lingkungan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, memasuki babak baru.

Kamis (3/10), Satreskrim Polresta Mojokerto menaikan status penyelidikan ke tahap penyidikan. Hal ini tak lepas dari sejumlah barang bukti yang sudah diamankan tim penyidik unit PPA. ’’Statusnya sudah ada peningkatan. Dari penyelidikan menjadi penyidikan,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto.

Hanya saja, kata Bogiek, untuk status tersangka dari keduanya, penyidik masih membutuhkan gelar perkara terlebih dulu untuk menentukan dugaan ada tidaknya tindak pidana perzinahan tersebut. ’’Gelar perkara ini yang menetukan status keduanya. Apakah sudah cukup bukti untuk dijadikan tersangka,’’ tandasnya.

Sebagai langkah selanjutnya, hingga kini penyidik masih terus melakukan pendalaman, dengan mengumpulkan barang bukti tambahan dan keterangan saksi-saksi.

Termasuk hasil visum rumah sakit yang juga sudah dikantongi penyidik. Nantinya, bukti-bukti tersebut akan menjadi dasar penyidik untuk menentukan ada tidaknya sebuah peristiwa tindak pidana. ’’Visum ini juga menjadi alat bukti yang kita dapat, dan akan menjadi dasar kami ke tahap selanjutnya,’’ terangnya. Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka, menambahkan, setidaknya sudah ada lima saksi yang dimintai keterangan.

Mereka adalah pelapor dan sejumlah saksi yang ikut dalam penggerebekan di perumahan elite  Villa Royal Regency Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin (1/10) lalu. ’’Dari sejumlah saksi ini, masih ada dua saksi lagi yang akan kita mintai keterangan,’’ tuturnya. Meski dua saksi tersebut bukan saksi kunci atau saksi ahli, penyidik meyakini keterangan mereka bisa menjadi petunjuk baru dalam menentukan dugaan tindak pidana perzinahan. ’’Setelah memanggil kembali saksi-saksi itu, kami akan gelar perkara, dilanjutkan penetapan tersangka,’’ tegasnya.

Dari serangkaian penyidikan, petugas berhasil mengamanakan sejumlah barang bukti. Di antaranya, seprai, sarung bantal, hingga rambut yang tercecer di atas seprai kamar yang diduga menjadi tempat ARP dan MY memadu kasih. ’’Hasil visum juga sudah ada,’’ tegasnya. Namun, lanjut Ade Warokka, pihaknya belum menjelaskan secara detail positif tidaknya, selain dalam rana penyidikan, itu menjadi kewenangan penyidik dalam penangan perkara ini. ’’Yang jelas, status mereka ditentukan dalam gelar perkara yang dalam waktu dekat akan kita lakukan,’’ tandasnya.

Sebelumnya, penggerebekan di perumahan elite Senin (1/10) lalu bermula dari kecurigaan Brigadir AK, jika istrinya, MY, sudah tinggal bersama dr ARP. Kebetulan keduanya memang sama-sama berdinas di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Keduanya juga sudah berkeluarga dan masing-masing sudah dikaruniai anak. Ironisnya, selain janji suci pernikahan merasa dikhianati, MY diduga tega meninggalkan dua buah hati mereka pasca pernikahan 2011 bersama AK. MY bahkan, sudah enam bulan tidak pulang. Terhitung sejak Maret lalu. Termasuk saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia