Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Selama Dua Minggu, Polisi Gulung 37 Penjahat

02 Oktober 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno didampingi Kasatreskrim M. Solikhin Fery menunjukkan barang bukti hasil kejahatan  tersangka di mapolres, Selasa (1/10).

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno didampingi Kasatreskrim M. Solikhin Fery menunjukkan barang bukti hasil kejahatan tersangka di mapolres, Selasa (1/10). (khudori/radarmojokerto.id)

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus kriminalitas di Mojokerto terus menunjukkan peningkatan. Dalam dua pekan Operasi Sikat Semeru ini saja, setidaknya ada 37 pelaku kejahatan diringkus. Puluhan penjahat jalanan itu didominasi pelaku pencurian dengan pemberatan. Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, mengatakan, operasi di wilayah hukumnya berlangsung 12 hari, yaitu 16-27 September 2019.

Hasilnya, Satreskrim Polres Mojokerto bersama polsek jajaran berhasil mengungkap 41 kasus kriminalitas. ’’Dari pengungkapan 41 kasus, kami tangkap 37 tersangka. Terdiri dari 6 tersangka yang sudah menjadi target operasi kami, dan 31 tersangka lainnya nontarget operasi,’’ katanya. Rinciannya, 3 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 24 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 8 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta 6 kasus pemerasan dan perampasan.

Sementara, 37 tersangka yang diringkus meliputi 6 tersangka kasus curas, 23 tersangka kasus curat, 2 tersangka kasus curanmor, serta 6 tersangka kasus perampasan dan pemerasan. ’’Paling menonjol di wilayah kami, kasus pencurian dengan pemberatan dengan sasaran toko dan gudang,’’ terang Setyo. Termasuk, dua dari tiga pelaku spesialis pembobolan minimarket yang ditangkap satreskrim dilumpuhkan dengan peluru tajam beberapa waktu lalu. Keduanya ditembak karena dianggap melawan saat ditangkap.

Masing-masing Mohammad Toheri, 44, warga Dusun Krampon Tengah, Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, dan Harso, 37, warga Banyuasin, Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Sedangkan satu pelaku lainnya adalah Agus Hariyanto, 49, warga Dusun/Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoraharjo. Menurut Setyo, para pelaku adalah spesialis pembobolan minimarket antarkota dalam povinsi.

Sasarannya tak lain adalah gudang logistik dan minimarket yang diketahui menyimpan barang-barang mudah dijual. Khususnya jenis rokok. Kejahatan mereka pun sudah berlangsung sejak 2017. ’’Mereka beraksi di 18 tempat kejadian perkara (TKP) di tujuh kota,’’ tegasnya.Meliputi, sembilan kali di Kabupaten Mojokerto, tiga kali di Kabupaten Bojonegoro, dua kali di Kabupaten Gresik, dan masing-masing satu kali di Kabupaten Jombang, Kediri Kota, Lamongan, dan Tuban. Dalam ini, polres memang fokus pada kejahatan curas, curat dan curanmor (3C). ’’Setelah ini kami tidak berhenti, kejahatan 3C tetap jadi atensi,’’ pungkas Setyo.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia