Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mata Lensa

Tahun Depan Cukai Rokok Naik, Tembakau Kami Tak Ada Harganya

30 September 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petani tembakau di kawasan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto memetik dedaunan tembakau.

Petani tembakau di kawasan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto memetik dedaunan tembakau. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

PUNCAK musim kemarau ini merupakan musim masa panen tembakau.Selama ini, tanaman daun bahan baku rokok tersebut memang menjadi andalan petani di kawasan Kemlagi, dan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Sabtu (28/9) Mata Lensa datang ke ladang mereka di wilayah Kemlagi.Terik matahari terasa begitu menyengat di antara hamparan tanaman tembakau.Sejumlah perempuan nampak cekatan memetik dedaunan tembakau.

Terlihat telapak tangan mereka pekat dan lengket.”Ini panen yang terakhir.Sebelumnya kita sudah panen dibulan Agustus lalu,” ujar Mariyati, salah satu petani. Ditempat berbeda, di Dusun Tempuran, Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, sejumlah ibu-ibu juga sedang merajang dedaunan tembakau pasca panen.

”Merawat tembakau memang tidak mudah. Dari mulai tanam hingga panen, membutuhkan perawatan ekstra. Namun, saat panen tiba harga jualnya kenapa selalu turun,” kata Rofi’ah, salah satu petani.

Dia menuturkan, masa panen tahun lalu saja harga tembakau masih mencapai Rp 75 ribu per kg. ”Namun, dalam panen kali ini harga jualnya turun drastis, hanya Rp 40 ribu per kilogram,” imbuhnya. Anjloknya harga komoditas andalan petani di musim kemarau tersebut membuat nasib mereka kian terpuruk.

”Meski pemerintah mewacanakan menaikkan cukai rokok hingga 23 persen tahun depan, namun tembakau kita nggak uman rego (tak ada harganya),”lontar Usman, perawat sekaligus petani tembakau.

Meski berkali-kali ditempa dinamika naik turunya harga, namun petani dikawasan itu tetap menanam tembakau selama musim kemarau.Menurut mereka tembakau di utara Sungai Brantas memang sudah terkenal secara turun-temurun.

Kendati berada di antara cuaca panas, tetapi udara yang sedikit lembab di utara sungai itu membuat kualitas tembakau semakin bagus. 

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia