Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Sambel Wader

Pendidikan Perlu Dukungan Pemerataan Guru Berprestasi dan Sarpras

30 September 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Eka Septya Juniarti, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Mojokerto.

Eka Septya Juniarti, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Mojokerto. (Eka Septya Juniarti for radarmojokerto.id)

Tahun pelajaran 2019-2020 ini, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Mojokerto pertama kalinya menerapkan zonasi murni. Mekanisme penjaringan siswa berdasarkan jarak antara sekolah dan tempat tinggal itu sebagai langkah awal dalam upaya pemerataan pendidikan.

Karena dinilai mampu menghapus label sekolah favorit dan nonfavorit. Berikut obrolan tentang pemerataan kualitas pendidikan Jawa Pos Radar Mojokerto Rizal Amrulloh bersama anggota Komisi I DPRD Kabupaten Mojokerto termuda, Eka Septya Juniarti.

Atensi komisi I DPRD kabupaten, terutama di sektor pendidikan?

Sesuai dengan tujuan pemerintah, fokus kita akan mengawal terkait pemerataan pendidikan. Seluruh lembaga pendidikan, khususnya sekolah negeri harus memiliki kualitas yang merata. Tidak boleh ada kesenjangan terlalu jauh. Terutama, antara sekolah di pelosok perbatasan dengan sekokah yang berada di pusat keramaian.

Apakah sistem PPDB zonasi mampu mengurangi disparitas itu?

Kalau secara jangka pendek memang belum begitu terlihat, karena tahun ini baru yang pertama. Pengaruhnya akan nampak pada jangka panjang nanti. Setidaknya, jika zonasi diterapkan secara berkelanjutan, maka kualitas calon peserta didik yang diterima akan merata antarsekolah.

Sehingga, secara bertahap akan mampu mengikis label sekolah favorit yang mungkin selama ini melekat di sekolah tertentu. Dengan demikian, ke depan akan memunculkan persaingan yang lebih fair. Karena sekolah yang sebelumnya dicap favorit maupun yang mendapat stigma nonfavorit sama-sama memiliki kualitas peserta didik yang merata.

 Apakah dengan penyebaran siswa sudah cukup?

Tentu saja belum. Karena masih harus ditunjang berbagai faktor pendukung lainnya. Dinas Pendidikan (Dispendik) juga perlu melakukan rotasi guru. Jadi, tidak hanya peserta didiknya yang merata, tetapi kualitas gurunya juga berimbang di setiap sekolah.

Sebagai awal, mungkin bisa mendistribusi guru berkualitas untuk ditempatkan di sekolah yang selama ini cenderung minim prestasi. Setidaknya dengan kehadirannya guru itu bisa mendongkrak prestasi sekolah.

Selanjutnya, apa lagi yang diperlukan?

Zonasi siswa maupun rotasi guru bisa menjadi percuma jika tidak diimbangi dengan pemerataan sarana dan prasarana (sarpras). Patut diapresiasi, tahun ini banyak sekolah negeri mendapat sentuhan perbaikan dan pembangunan. Tetapi, di sisi lain, masih ada sekolah yang belum mendapat perhatian.

Padahal, sarpras sangat penting dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan. Karena tidak mungkin siswa yang sekolahnya memiliki sarana laboratorium bersaing dengan siswa dari sekolah lain yang tak memiliki fasilitas itu.

Tahun depan apa yang perlu untuk dievaluasi?

Sistem PPDB harus lebih disempurnakan. Karena tahun ini tidak sedikit wali murid yang merasa dirugikan. Di samping sistem pendaftaran yang masih belum sepenuhnya online, kebijakan radius zona juga perlu dievaluasi.

Karena tidak seluruh kecamatan di kabupaten memiliki kondisi kepadatan penduduk, dan geografis yang berbeda. Terlebih, keberadaan lembaga sekolah negeri juga belum merata. Saya kira dengan berbagai keluhan tahun ini bisa menjadi bahan evaluasi ke depan.

Yang diharapkan jika kualitas pendidikan merata?

Jika kualitas pendidikan merata, maka masing-masing siswa akan mampu memiliki daya saing. Saya optimistis jika siswa yang berprestasi ke depan tidak hanya berasal dari sekolah itu-itu saja, tapi bisa muncul dari sekolah-sekolah yang lain. Bahkan, dari sekolah pinggiran sekalipun.

Tetapi, itu bisa tercipta jika sekolah benar-benar memiliki kualitas siswa, guru, serta sarpras yang sama-sama merata. Minimal tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh.

Sebagai anggota DPRD termuda, apa harapan Anda bagi dunia pendidikan?

Tentu besar harapan saya, pendidikan di Kabupaten Mojokerto bisa terus lebih baik dan prestasinya meningkat. Sehingga mampu bersaing dengan kota/kabupaten lainnya. Kebetulan saya juga merasa bersyukur diberi kesempatan duduk sebagai anggota DPRD muda. Saya berharap bisa menyerap aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat, terutama dari generasi milenial dan para pelajar. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia