Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pendapatan Tiket Masuk Kolam Banyu Panas Masih Menggiurkan

30 September 2019, 20: 00: 18 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pengunjung menikmati panorama Wanawisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Pengunjung menikmati panorama Wanawisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, khususnya kolam Banyu Panas di Wanawisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, memang cukup menggiurkan.

Meski Tim Saber Pungli kabupaten melakukan operasi tangkap tangkap (OTT) kepada oknum PNS dan dua tenaga honorer beberapa waktu lalu, namun objek wisata alam di bawah lereng Gunung Welirang ini masih dibanjiri pengunjung.

SETIDAKNYA dalam satu pekan kemarin saja, PAD masuk ke pemkab sekitar Rp 79 juta lebih dari 8.145 penjualan tiket masuk. Baik untuk kategori dewasa atau pengunjung anak-anak. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto Sabtu (28/9) di lokasi, ribuan pengunjung bergantian keluar masuk Wanawisata Air Panas yang sejauh ini masih menjadi priomadona wisatawan dari berbagai daerah.

Selain karena cukup kental aroma khas pegunungan, wisata air panas juga masih diyakini sebagai pengobatan alternatif berbagai penyakit kulit hingga pegal-pegal. ’’Kalau capek-capek rutin ke sini. Dua bulan sekali bareng keluarga,’’ ungkap salah satu pengunjung Yudi, kemarin.

Wisatawan asal Pare, Kabupaten Kediri ini, mengaku banyak manfaat setelah berendam di kolam air panas yang diketahui bersumber langsung dari Gunung Welirang tersebut. Salah satu yang sudah dirasakan manfaatnya adalah dapat membantu menghilangkan pegal-pegal dan rematik.

’’Ototnya kendur semua, tidak usah pijat. Paling lama berendam satu jam,’’ tegasnya. Koordinator Kolam dan Air Panas Suharto, mengatakan, dalam seminggu terakhir ini pengunjung Banyu Panas tergolong stabil. Artinya, kendati ada OTT pada Sabtu (21/9) lalu, namun kasus tersebut tak mempengaruhi terhadap jumlah kunjungan wisatawan yang datang untuk berendam ke air panas.

Bahkan, dimungkinkan bisa jadi ada sedikit peningkatan. Sebab, di sisi lain, para pengunjung sendiri tak begitu mempermasalahkan peristiwa sebelumnya. ’’Kebanyakan kan mereka datang ke sini lebih pada berwisata dan melakukan pengobatan alternatif dengan berendam air panas. Poinnya di situ. Makanya, pengunjung saat ini, ya stabil-stabil saja,’’ terangnya.

Buktinya, dari data yang didapat, dalam seminggu terakhir ini setidaknya tiket masuk yang terjual mencapai 8.145 tiket. Perinciannya, 7.436 kategori dewasa dan 709 tiket anak-anak. Sehingga jika dikalkulasi dengan harga tiket Rp 10 ribu untuk dewasa, dan Rp 7,5 ribu untuk anak-anak, total pemasukan dalam sepekan kemarinmenembus angka Rp 79.677.500.

Nilai itu terhitung hingga kemarin (29/9) per pukul 16.00. Angka ini tentunya belum termasuk penjualan tiket lainnya. Seperti, di dua loket utama yang menjadi pintu masuk kawasan Wanawisata Air Panas. ’’Peningkatan pelayanan terus kita perbaiki. Termasuk dalam pengawasan di dalam kolam,’’ tandasnya.

Tidak terkecuali, perlakuan terhadap tukang parkir yang ada di area wisata. Sebagai pembinaan dan evaluasi pengunjung, mereka secara bertahap dilakukan pembinaan. Dalam pelayanan pencucian mobil misalnya.

Jika sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat lantaran pencucian dianggap ngawur, kini jasa pencucian diwajibkan ditawarkan dulu terhadap pemilik kendaraan. ’’Jika (pengunjung) tidak mau mobilnya dicuci, saya tegaskan tidak perlu dicuci.Agar tidak menimbulkan keresahan,’’ bebernya.

Sebaliknya, lanjut Suharto, saat ditawari, pemilik mobil mengizinkan, secara otomatis pencucian pun harus dilakukan semaksimal mungkin. ’’Tidak boleh asal-asalan. Apalagi sampai membuat cat mobil rusak,’’ tegasnya. Disinggung soal apakah ada peningkatan atau penurunan pasca terjadinya OTT, pihaknya tak bisa menjelaskan.

Sebab, pembukuan itu hanya ada di Kantor Disparpora Kabupaten Mojokerto. Pihaknya menyarankan agar Jawa Pos Radar Mojokerto menanyakan ke kantor Disparpora di Jalan Raya Jayanegara, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. ’’Yang jelas, yang kami tahu, pengunjung stabil-stabil saja,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia