Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Mahasiswa Desak DPRD Sikapi Limbah B3 dan Galian

28 September 2019, 09: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

juga turut menyinggung sejumlah isu lokal, seperti persoalan limbah B3 di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dan galian C.

juga turut menyinggung sejumlah isu lokal, seperti persoalan limbah B3 di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dan galian C. (sofan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kalangan mahasiswa yang meluruk DPRD Kabupaten Mojokerto tak hanya menyuarakan isu nasional terkait RUU kontroversial.

Mereka juga turut menyinggung sejumlah isu lokal, seperti persoalan limbah B3 di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dan galian C.

Meski belum membuat rilis resmi terkait isu dan aspirasi yang disuarakan kepada wakil rakyat, kalangan mahasiswa juga turut menyuarakan sejumlah isu yang tengah berlangsung di Kabupaten Mojokerto. Desakan agar dewan ikut cawe-cawe terhadap isu yang merugikan masyarakat pun didengungkan.

Maulidina, mahasiswa kampus keperawatan di kabupaten, mengatakan, permasalahan limbah B3 di Desa Lakardowo Kecamatan Jetis, patut jadi perhatian serius dewan.

Lantaran, keberadaan limbah B3 dianggap membahayakan ekosistem. ’’Akibatnya, banyak yang gatal-gatal, dan sanitasi airnya buruk. Itu sangat berbahaya sekali,’’ ujarnya.

Dia berharap, DPRD dapat menggerakkan fungsi dan perannya untuk mengangkat permasalahan tersebut. Terlebih, kondisi itu praktis membuat masyarakat setempat menderita. ’’Kasihan warga dan ekosistemnya rusak,’’ tukas dia.

Terkait isu tersebut, Ketua Komisi I DPRD Mojokerto Winajat, mengatakan, khusus persoalan limbah B3 di Desa Lakardowo telah menjadi perhatian dewan.

Hanya saja, pihaknya mendorong agar kalangan mahasiswa membuat laporan tertulis kepada dewan. ’’Ini aspirasinya sudah kita catat. Tapi, kami minta adik-adik sampaikan tuntutan secara tertulis,’’ katanya.

Lebih lanjut, politisi Golkar ini mengaku persoalan limbah B3 di Desa Lakardowo sudah menjadi perhatian dewan dalam setahun terakhir ini.

Bahkan, dewan ancang-ancang menggandeng tim ahli dari kalangan akademisi untuk membantu pendampingan dewan. ’’Sekilas dari yang membidangi itu, memang lewat resapan bisa sampai sumur warga. Untuk itu kami minta pendampingan komisi III untuk bisa konsisten terhadap kepentingan warga,’’ lanjut dia.

Wakil ketua komisi I Rindahwati, menyebutkan, memang ada sejumlah persoalan lokal Mojokerto yang turut jadi tuntutan mahasiswa. Selain persoalan limbah B3 di Desa Lakardowo, juga persoalan galian C dan kebakaran hutan. ’’Untuk terkait limbah itu yang membidangi komisi IV. Dan, sudah berencana menggandeng tim ahli. Sedangkan, untuk galian C semua kewenangannya sekarang ini sudah di tingkat provinsi (terkait perizinannya),’’ tandasnya.

(mj/fen/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia