Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Journey
Ekspedisi Menapaki Mount Everest (1)

Wujudkan Impian Lama Mendaki di Atap Dunia

20 September 2019, 18: 14: 39 WIB | editor : Mochamad Chariris

Hendra Purnomo (kiri) berfoto di jembatan gantung Taman Nasional Sagarmata Mount Everest, Nepal.

Hendra Purnomo (kiri) berfoto di jembatan gantung Taman Nasional Sagarmata Mount Everest, Nepal. (Hendra Purnomo for radarmojokerto.id)

Menapaki Mount Everest sudah pasti menjadi impian bagi semua pendaki. Keindahan, sensasi, serta tantangannya menjadikan kebanggaan tersendiri bagi mereka yang pernah menjejakan kaki di atap dunia tersebut. Berikut pengalaman Hendra Purnomo, traveler sekaligus penghobi hiking dari Mojokerto yang selama beberapa hari berkesempatan merasakan ekspedisi di kawasan Mount Everest.

MERASAKAN dinginnya salju Mount Everest merupakan impian saya sejak lama. Namun, beberapa kali keinginan tersebut harus tertunda karena kesibukan yang menumpuk. Baru pada akhir bulan kemarin kesempatan itu datang juga.

Berangkat bersama rombongan beberapa orang, impian saya akhirnya terwujud. Sesaat setelah mendarat di Bandara Tribhuwan Internasional di Kathmandu, Nepal, kami bergegas mengurus visa untuk masuk Nepal.

Hendra Purnomo di Phakding sembari menikmati panorama Kusum Kangraru yang indah.

Hendra Purnomo di Phakding sembari menikmati panorama Kusum Kangraru yang indah. (Hendra Purnomo for radarmojokerto.id)

Visa turis multientri untuk 30 hari ini kami peroleh dengan cukup mudah. Salah satu cara Pemerintah Nepal untuk menarik banyak wisatawan memang dengan memberi kemudahan dalam pengurusan visa untuk turis.

Setelah visa kelar, kami lalu bergegas menuju hotel untuk beristirahat. Tak banyak waktu untuk berkeliling kota, karena kami juga harus menyiapkan perbekalan untuk keesokan harinya. Informasi yang kami terima dari travel guide, perjalanan selanjutnya dipastikan akan cukup berat dan melelahkan.

Karena itu, mereka sangat menganjurkan untuk banyak beristirahat. Keesokan harinya kami pun check out dari hotel dan kembali ke bandara. Kali ini tujuannya adalah terbang ke Lukla, kota kecil di Nepal Timur. Penerbangan dari Kathmandu menuju Lukla tak seperti penerbangan biasanya.

Dengan menggunakan pesawat wisata kecil, rasanya cukup membuat jantung berdebar kencang. Apalagi, Bandara Lukla yang dinamakan Bandara Tenzing-Hillary untuk menghormati orang yang mencapai puncak Mount Everest pertama kali, dikenal sebagai bandara paling ekstrem dan berbahaya di dunia.

Namun, pemandangan di bawah sejenak membuat ketakutan kami selama 3 jam penerbangan menjadi sedikit hilang. Dari jendela pesawat terlihat indahnya Bukit Zamrud serta Gunung Khumbila. Inilah gunung yang dianggap sebagai puncak suci, dan hingga kini belum pernah didaki manusia. 

Setibanya di Bandara Lukla, yang berada di ketinggian 2.700 mdpl, kami langsung bergerak ke Phakding. Melewati rimbunnya pepohonan yang terkesan asri dan masih alami. Dari sini, kita juga bisa menyaksikan pemandangan Kusum Kangraru yang sangat indah.

Di kota ini pula kami kembali bermalam untuk beristirahat dan makan malam. Esoknya, setelah menikmati sarapan pagi di Phakding, kami menuju ke Namche Bazaar yang berada di ketinggian 3.440 mdpl. Untuk menempuh jarak sejauh sekitar 10 sampai 12 kilometer (km) ini butuh waktu sekitar 6 jam.

Selain melalui beberapa desa, sebelum mencapai Desa Jorsale, kami juga melewati Taman Nasional Sagarmata.  Selama perjalanan, kami disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Seperti dinding batu Mani tua, jalan setapak sepanjang jalur nasional taman, juga beberapa jembatan gantung dan melalui hutan pinus dan cedar alpine yang hening.

Setelah mendaki ketinggian, baru kami mencapai desa yang menjadi ibu kota dari wilayah Everest. Desa ini kebanyakan dihuni oleh orang-orang Sherpa dan dulunya merupakan titik pertemuan para pedagang Nepal dan para pedagang Tibet.

Dari sini terlihat puncak Himalaya pada 6.187 mdpl di sebelah barat serta Puncak Thamserku yang berada 6.623 mdpl di sebelah timur. Kami pun langsung menuju guest house untuk makan dan melepas penat. 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia