Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Empat Pelajar Asal Jombang Terjaring Razia Satpol PP

19 September 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Petugas Satpol PP Kota Mojokerto memeriksa identitas dan barang bawaan pengunjung di setiap room karaoke.

Petugas Satpol PP Kota Mojokerto memeriksa identitas dan barang bawaan pengunjung di setiap room karaoke. (Khudori/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto dituntut tegas dalam mengevaluasi tempat hiburan malam. Selain rawan menjadi sarang subur peredaran narkoba, sejauh ini, lokasi gemerlap malam tersebut ternyata masih cukup lalai untuk mengizinkan anak di bawah umur keluar masuk room.

Mereka tak hanya sekadar berkaraoke, namun juga merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Pemandangan ini nampak di salah satu room karaoke di Jalan Majapahit, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Kondisi memprihatinkan tersebut terungkap saat satpol PP melakukan monitoring di semua tempat karaoke, Selasa malam (17/9).

Tak sekadar di luar, monitoring juga dilakukan di setiap room karaoke yang ada pelangganya. ’’Masih sekolah pak. Jadi balum punya KTP,’’ jawab pelajar tersebut kepada petugas satpol PP saat diminta menunjukkan identitas. Meraka yang berjumlah empat orang itu mengaku berasal dari Kabupaten Jombang.

Keberadaan mereka sempat membuat petugas terkejut. Selain tidak ada pendampingan orang dewasa, saat di dalam room mereka terlihat sedang menghisap rokok dan bersanding dengan minuman beralkohol, kandungan alkoholnya di bawah 5 persen. Sayangnya, keberadaan mereka tak lantas membuat petugas mengamankan untuk dilakukan pembinaan.

Mereka hanya diimbau untuk tidak berbuat hal-hal yang menyalahi aturan. Termasuk membawa obat-obatan terlarang, seperti narkoba. ’’Larangan sudah ada. Kita menerima tamu di atas 18 tahun,’’ ungkap penanggung jawab karaoke Zainuri.

Disinggung soal keberadaan empat anak berada di room karaoke, pihaknya mengaku tidak tahu. ’’Yang jelas imbauan itu sudah ada,’’ kilahnya. Monitoring ini tak lain untuk menindaklanjuti surat edaran Pemkot Mojokerto soal tanggung jawab terkait peredaran napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif) bagi pemilik usaha hiburan. Di sisi lain, juga mengintensifikasi pengawasan terhadap tempat hiburan. Setelah sebelumnya ada pengungkapan peredaran gelap narkoba di X2X Family Karaoke oleh Satnarkoba Polresta Mojokerto.

’’Kita sudah melakukan monitoring dan mengedarkan surat edaran wali kota ke semua tempat hiburan malam, perhotelan, dan rumah kos,’’ ungkap Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono.

Menurut Dodik, selain mengajak pengelola tempat hiburan mengambil peran dalam pemberantasan narkoba, monitoring ini sekaligus menjadi upaya pemkot dalam meningkatkan pengawasan secara nyata di lapangan. Monitoring ini, lanjut Dodik, dipastikan akan dilakukan secara berkala di semua lini. Tidak hanya di X2X Family Karaoke, melainkan juga di tempat hiburan lainnya. ’’Ini sebagai upaya mempersempitan peredaran narkoba di Kota Mojokerto.  Terlebih, di tempat hiburan malam yang diindikasikan menjadi tempat favorit peredaran napza,’’ terangnya.

Surat edaran Wali Kota Ika Puspitasari ini sekaligus menjadi bentuk sinergitas pemkot bersama BNNK dan kepolisian dalam melakukan pemberantasan barang haram. Sanksi bagi pelaku usaha sudah jelas. Jika kedapatan masih menjadi sarang peredaran dan penyalahgunaan napza hingga minuman keras (miras), paling berat pencabutan izin secara permanen.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia