Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik
Pilkada Mojokerto 2020

Di Atas Meja Makan, PKB-PKS Saling Menjajaki

19 September 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jajaran DPC PKB dan DPD PKS Kabupaten Mojokerto melakukan dialog politik di RM. Apung Rahmawati, Jalan RA Basuni, Sooko, Selasa (17/9) malam.

Jajaran DPC PKB dan DPD PKS Kabupaten Mojokerto melakukan dialog politik di RM. Apung Rahmawati, Jalan RA Basuni, Sooko, Selasa (17/9) malam. (dok/radarmojokerto.id)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jelang Pilkada 2020, para politisi mulai melakukan pemetaan. Termasuk yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Mojokerto ini mulai melakukan pertemuan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa (17/9) malam.

Digelar di sebuah rumah makan di Jalan RA Basuni, Sooko, pertemuan dua parpol ini dihadiri oleh para petinggi partai di tingkat daerah. Di antaranya, Ketua DPC PKB Ayni Zuroh, sekretaris DPC PKB M. Irsyad Azhari, hingga 10 anggota DPRD terpilih. Sementara, di jajaran petinggi PKS daerah ini, juga nampak kompak. Mereka duduk bersama, diskudi, dan ditutup dengan makan malam.

Di rumah makan itulah, pertemuan kedua partai ini pertama kalinya digelar. Parpol dengan ideologi berbeda ini mulai menyepadankan format menuju Pilkada 2020. ’’Saya tidak tahu siapa yang menginisiasi. Karena, awalnya, berawal dari obrolan para ketua partai (PKB-PKS) untuk membuka dialog,’’ terang M. Irsyad Azhari. Meski begitu, kata Irsyad, pertemuan dengan PKS diharapkan mampu memberikan konstribusi terhadap Mojokerto ke depan. ’’Kalau konteksnya membangun Mojokerto, tidak bisa sendiri. Tetap partai lain kita ajak,’’ tambah dia.

PKS dengan perolehan 4 kursi dalam pileg lalu, ditegaskan Irsyad, juga memiliki potensi dalam memberikan konstribusi dalam berbagai bidang. ’’Pinsipnya, produk demokrasi harus diakui adalah parpol. Dalam hal itu, semua partai tetap kita anggap memiliki potensi. Nanti, tidak sekadar PKS. Partai lain juga akan kita ajak komunikasi,’’ imbuhnya. Apakah mengarah langsung ke figur yang akan dicalonkan dalam pilkada nanti? Irsyad langsung tertawa lepas. Menurutnya, terlalu dini bagi PKB untuk membicarakan figur yang akan diusung dalam pilkada yang akan digelar 2020 nanti. ’’Belum. Ini kan masih (pertemuan) pertama. Tidak sampai membahas yang terlalu jauh,’’ jelas dia.

Pun demikian dengan Sekretaris DPD PKS Kabupaten Mojokerto Kaiyan. Menurutnya, dialog antara PKS dan PKB ini merupakan kali pertama digelar. Ia pun tak memungkiri jika pertemuan tersebut sebagai penetrasi atas pilkada yang bakal digelar dalam waktu dekat. ’’Ini masih tahap penjajakan,’’ ungkapnya singkat.

Sementara itu, pertemuan dua parpol ini bakal mengubah peta politik jelang pilkada. Karena, sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono, telah mengklaim telah berkomitmen dan mengantongi dukungan dari enam parpol. Yakni PPP, PKS, Gerindra, Hanura, PAN, dan Nasdem.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia