Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Sepuluh Pejabat di Kota Mojokerto Berpotensi Dimutasi

19 September 2019, 07: 50: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Pejabat Pemkot Mojokerto saat menjalani mutasi, Juni lalu.

Pejabat Pemkot Mojokerto saat menjalani mutasi, Juni lalu. (dok/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari sepertinya tak ingin berlama-lama untuk kembali menjalankan perombakan pejabat. Setidaknya, terdapat sepuluh nama pejabat eselon II masuk dalam bursa gerbong mutasi jilid II ini. Hari ini, mereka akan menjalani assessment.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Mojokerto baru merampungkan uji kompetensi (character assessment) kepada seluruh pejabat, mulai eselon II hingga IV. Gayung bersambut, hari ini akan kembali dilaksanakan assessment yang dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim. ”Iya, besok (hari ini, Red) ada assessment,” terang Kepala BKD Kota Mojokerto Endri Agus Subianto, Rabu (18/9).

Agenda tersebut hanya menyasar pejabat eselon II yang belum pernah menjalani assessment. Meski demikian, beberapa nama juga tidak tersentuh dalam daftar. ”Eselon II sebanyak sepuluh orang,” sebutnya. Pejabat tersebut di antaranya Asisten Administrasi Pemerintahan Setdakot Abdul Rahman Tuwo; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Novi Rahardjo; Kasatpol PP Heryana Dodik Murtono; dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ikromul Yasak.

Selain itu, terdapat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Mashudi; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Heppy Dwi Prasetyo; Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) M. Imron; Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gaguk Tri Prasetyo; Inspektur Kota Akhnan; serta Kepala BKD Endri Agus Subianto sendiri.

Assessment akan digelar selama dua hari hingga Kamis (19/9) Mereka yang mengikuti kemungkinan besar akan terangkut dalam gerbong mutasi jilid II di bawah kepemimpinan Ning Ita, begitu wali kota biasa disapa. ”Ini (assessment) tujuannya untuk rotasi-mutasi,” terangnya. Akan tetapi, masih ada satu tahapan lagi sebelum perombakan digelar. Untuk itu, hasil dari assessment nanti akan dilaporkan lebih dulu ke Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN).  Selanjutnya, dibentuk panitia seleksi (pansel) untuk menggelar job fit. ”Nanti akan diuji lagi oleh tim pansel,” tandasnya.

Agus menambahkan, dari hasil job fit itu yang akan menjadi pertimbangan wali kota selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) untuk melakukan perombakan. ”Bisa jadi tetap atau digeser, semuanya terserah Bu Wali (Ika Puspitasari),” tandasnya.  Diperkirakan, dalam perombakan pejabat pemkot kali kedua nanti diperkirakan juga akan menyentuh eselon III dan IV. Sebab, sebelumnya juga dilaksanakan uji kompetensi kepada 183 pejabat di eselon III dan IV, yang digelar 11-12 September lalu.

Sebagaimana diketahui, Ning Ita sebelumnya menyatakan bakal kembali menggelar mutasi. Selain perseseran, juga akan dilakukan promosi jabatan. Sebab, dia mengaku bakal mengisi kekosongan kursi jabatan yang masih lowong. Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, sampai saat ini masih tersisa 8 kursi jabatan yang lowong di tingkat eselon II.

Masing-masing adalah kursi Kepala Dinas Sosial (Dinsos); Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP); Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (BPPKA); Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo); Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP); serta Badan Penelitan dan Pengembangan (Balitbang). Seluruh kursi jabatan tersebut untuk sementara masih dijabat pelaksana tugas (Plt). Selain kekosongan di enam kursi OPD tersebut, lowongnya pejabat juga terjadi pada dua kursi di staf ahli.

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia