Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jalani Job Fit, Kemampuan 8 Kepala OPD Diuji

18 September 2019, 07: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Deretan pejabat Pemkab Mojokerto saat menjalani mutasi, di era kepemimpinan Bupati Mustofa Kamal Pasa, 31 Maret 2017 lalu.

Deretan pejabat Pemkab Mojokerto saat menjalani mutasi, di era kepemimpinan Bupati Mustofa Kamal Pasa, 31 Maret 2017 lalu. (sofan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pergeseran pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto kembali menyeruak. Selasa (17/9), job fit sebagai rujukan menggelar rotasi-mutasi kembali digelar di Gedung Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto.

Kali ini, delapan pejabat setingkat eselon II diuji kompetensinya dihadapan tujuh orang panelis.

Delapan orang tersebut tersebut menyusul job fit yang diajukan pansel sebelumnya. Selama penilaian berlangsung, mereka digilir untuk menghadap tim panelis yang terdiri dari akademisi, perwakilan BKN (Badan Kepegawaian Negara) regional Jatim, dan tim Bapperjakat. Hampir selama satu jam, mereka dipaksa menjawab seluruh pertanyaan yang disajikan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto Susantoso, menuturkan, Job Fit dilakukan untuk mengukur sejauh mana keahlian masing-masing pejabat. 

Apakah masih sesuai dengan jabatan lamanya atau justru tergeser ke bidang lain. Delapan orang dijadwalkan menjalani uji kompetensi selama tiga hari. Terhitung mulai kemarin hingga besok. Semuanya merupakan pimpinan tertinggi OPD (organisasi perangkat daerah).

Masing-masing Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Djoko Widjayanto; Kepala Bakesbang Edy Taufiq; Sekretaris DPRD Mardiasih; dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lutfi Ariyono, yang mengawali di hari pertama. 

Disusul empat pejabat lain, yakni Kepala DPUPR, Didik Pancaning Argo; Kepala Dinas Pertanian Suliestyawati; Kepala DPMPTSP Abdulloh Muhtar; dan staf ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Choirunnisak. ’’Barusan tadi (kemarin, Red) selesai empat orang. Hari ini menyusul empat pejabat lainnya,’’ tambahnya.

Sebelumnya, delapan orang ini tidak masuk dalam daftar 17 pejabat menjalani job fit, Januari lalu. Saat itu, masa kepemimpinan mereka di posisi saat ini belum melebihi 2 tahun. 

Sehingga tidak wajib menjalani uji kompetensi. Namun, sejak Agustus lalu, masa jabatan kedelapan orang sudah melebihi dua tahun. Terhitung sejak dimutasi Agustus tahun 2017. ’’Semuanya sudah melebihi dua tahun. Sehingga layak untuk dievaluasi,’’ tambahnya.

Mantan Kepala Bakesbang ini juga mengakui, job fit menjadi salah satu rujukan atau pedoman untuk menggelar pergeseran pimpinan. Termasuk mengisi sejumlah posisi kosong yang ditinggal penghuninya. Akan tetapi, sebelum semuanya terisi, pemkab terlebih dulu menerapkan proses seleksi terbuka (selter).

Proses ini hampir sama saat pemkab menggelar lelang jabatan kali pertamanya, dua tahun lalu. Pastinya harus meminta izin lebih dulu Kemen PAN-RB dan Komisi Aparatur Sipil Negara. (KASN). ’’Masih harus selter dan diumumkan ke publik. Baru PPK (pejabat pembina kepegawaian) memilih yang pantas. Itupun kalau diizinkan KASN,’’ tambahnya.

Di Kabupaten Mojokerto saat ini terdapat sejumlah kursi eselon II yang mengalami kekosongan. Meliputi Dinas PRKP2, Bapenda, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrasn), Diskominfo, dan Dinas Perikanan dan Peternakan, serta dua kursi staf ahli. Belum lagi ditambah sejumlah posisi yang akan ditinggal pejabatnya sebelumnya yang purnatugas di pengujung tahun ini. ’’Lelang ini butuh proses lama. Apalagi, syaratnya juga ketat,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia