Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kadisperta Akui Tak Ada Proyek Yang Tuntas

17 September 2019, 12: 34: 23 WIB | editor : Imron Arlado

Petugas Kejari Kabupaten Mojokerto tengah membawa dokumen terkait dengan proyek irigasi air dangkal, di Dinas Pertanian, Selasa (17/9).

Petugas Kejari Kabupaten Mojokerto tengah membawa dokumen terkait dengan proyek irigasi air dangkal, di Dinas Pertanian, Selasa (17/9). (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto- Dari 38 proyek irigasi air dangkal yang dikerjakan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016 lalu, tak satu pun yang tuntas. Selain karena medan yang sulit, proyek ini dikerjakan saat musim penghujan.

Kadisperta Kabupaten Mojokerto Sulistyawati, mengatakan, pihaknya tak membayar utuh atas anggaran yang telah dialokasikan. Yakni Rp 4,18 miliar. ’’Semuanya berkurang. Tidak ada yang selesai 100 persen,’’ ungkapnya.

Dikatakan dia, proyek-proyek yang dikerjakan, rata-rata hanya berhasil dirampungkan kisaran 58 persen, 60 persen, hingga maksimal 90 persen. ’’Kita bayarkan sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan,’’ jelas Sulis.

Soal kendala, diakuinya memang ditemukan para rekanan. Diantaranya, lokasi proyek yang berada di tengah persawahan, hingga pekerjaan yang dilaksanakan saat musim penghujan.

’’Saya kembalikan lagi ke penyidik. Yang perlu saya sampaikan, saya tidak bayar penuh. Saya sesuaikan dengan progres pekerjaan,’’ pungkasnya.

Anggaran pembangunan irigasi air tanah dangkal ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun 2016. Pagu proyek sendiri mencapai Rp 4,18 miliar. Proyek ini dibagi menjadi 5 paket kegiatan.

Jumlah irigasi air tanah dangkal dibangun di 38 titik yang tersebar di 10 kecamatan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan pagu, setiap titik pembangunan menelan anggaran bervariasi dan maksimal sebesar Rp 110 juta.

Sekitar pukul 11.00, petugas kejari langsung bergeser ke BPKAD, di Sekretariat Pemkab Mojokerto. Di satker yang kini dipimpin MiekeJuli Astutik tersebut, petugas berusaha mencari sumber pencairan anggaran. Hingga saat ini, proses penggeledahan masih berlangsung.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia