Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejaksaan Geledah Kantor Dinas Pertanian

17 September 2019, 12: 11: 10 WIB | editor : Imron Arlado

Petugas Kejari Kabupaten Mojokerto tengah membawa dokumen terkait dengan proyek irigasi air dangkal, di Dinas Pertanian, Selasa (17/9).

Petugas Kejari Kabupaten Mojokerto tengah membawa dokumen terkait dengan proyek irigasi air dangkal, di Dinas Pertanian, Selasa (17/9). (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kejaksaaan Negeri Kabupaten Mojokerto terus mengumpulkan bukti atas dugaan korupsi di tubuh Dinas Pertanian. Saat ini, korps adhyaksa tersebut tengah menggeledah kantor Dinas Pertanian dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Sejumlah petugas yang datang dengan sejumlah kendaraan, langsung masuk ke sejumlah ruangan. Diantaranya, ruang kepala Disperta Sulistyawati. Sementara, petugas yang lain melakukan penggeledahan di ruang TU.

Penggeledahan yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah berkas. ’’Kita masih mencari dokumen-dokumen untuk menangani perkara ini,’’ ungkap Kasi Pidsus Agus Hariyono.

Anggaran pembangunan irigasi air tanah dangkal ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun 2016. Pagu proyek sendiri mencapai Rp 4,18 miliar. Proyek ini dibagi menjadi 5 paket kegiatan.

Jumlah irigasi air tanah dangkal dibangun di 38 titik yang tersebar di 10 kecamatan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan pagu, setiap titik pembangunan menelan anggaran bervariasi dan maksimal sebesar Rp 110 juta.

Sekitar pukul 11.00, petugas kejari langsung bergeser ke BPKAD, di Sekretariat Pemkab Mojokerto. Di satker yang kini dipimpin MiekeJuli Astutik tersebut, petugas berusaha mencari sumber pencairan anggaran. Hingga saat ini, proses penggeledahan masih berlangsung. 

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia