Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kebakaran Hutan Makin Meluas, 406 Hektare Hangus

14 September 2019, 06: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Petugas saat memadamkan kobaran api di hutan Tahura.

Petugas saat memadamkan kobaran api di hutan Tahura. (dok/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya tim penjinak api dalam melakukan pemadaman kebakaran hutan selama lima hari membuahkan hasil. Empat titik yang sebelumnya masih memunculkan titik api, kini dipastikan sudah padam.

’’Berdasarkan pemantauan lapangan, titik api sudah dapat dipadamkan,’’ kata Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini. Empat titik api itu tersebar di Desa Padusan dan Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, serta Desa Jatidukuh, dan Dusun Blogong, Desa Gumeng, Kecamatan Gondang.

Ia menuturkan, proses pemadaman dinyatakan sudah selesai pada pukul 07.00, Jumat (13/9). ’’Total hutan yang terbakar di empat wilayah itu mencapai 160,5 hektare,” tandasnya.

Masing-masing lahan seluas 139 hektare milik Tahura R. Soerjo, dan 21,5 hektare milik KPH Pasuruan. Sementara itu, kebakaran hutan yang terjadi di RPH Pandansari petak 30C, dan Manting BKPH Jatirejo luas lahan terbakar mencapai 6,5 hektare dari 61 hektare luas baku hutan.

Kobaran api sebelumnya juga menghanguskan 3 hektare hutan petak 76F KPH di Desa Kupang, Kecamatan Jetis. Dengan demikian, dalam lima hari terkahir ini setidaknya tercatat hutan yang hangus terbakar mencapai 170 hektare.

’’Personel pemadam terdiri dari Tahura R. Soerjo, Pamhut, dan relawan juga sudah turun dan kembali ke pos masing-masing dengan selamat,’’ ujarnya bersyukur.

Dari data yang dihimpun menyebutkan, angka 170 hektare ini belum termasuk luasan hutan yang terbakar sebelumnya, mencapai 236 hektare. Sehingga jika di total keseluruhan, di musim kemarau ini sudah ada 406 hektare lahan hutan yang terbakar.

Meski tergolong cukup luas, karhutla tahun ini cenderung menurun dibanding tahun 2018 yang diketahui mencapai 55 kasus. Sedangkan, hingga bulan September tahun ini, terjadi sekitar 15 hingga 17 kali.

Kendati demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat selalu waspada. Sebab, di musim kemarau sekarang ini potensi kebakaran masih cukup tinggi. Terbukti, hampir setiap hari kebakaran lahan selalu terjadi.

Terbaru, kebakaran lahan tebu terjadi di Dusun Karangsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 09.00. Bahkan, dalam hitungan jam kobaran api melahap habis dua hektare tebu milik Mansyur dan Sodikin.

’’Kerugiannya ditafsir capai Rp 50 juta,’’ tegasnya. Kencangnya embusan angin membuat tiga unit mobil damkar yang diterjunkan ke lokasi kewalahan. Api baru bisa dijinakkan sekaligus dilakukan pembasahan sekitar pukul 13.00.

’’Hasil assessment sumber api diduga dari pembakaran sampah oleh warga pada pukul 09.00. Karena dipicu angin yang cukup kencang pada pukul 10.30 membuat api semakin membesar dan  merambat ke lahan tebu milik warga,’’ tandasnya.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia