Kamis, 17 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pilih Saja, Dibongkar Sendiri atau Dibongkar Satpol PP

13 September 2019, 10: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Bangunan liar ini diberikan kesempatan membongkar hingga pekan depan.

Bangunan liar ini diberikan kesempatan membongkar hingga pekan depan. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Batas waktu terakhir surat teguran pertama yang dilayangkan Satpol PP Kota Mojokerto kepada pemilik bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Sekar Putih, Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, telah berakhir.

Kemarin (12/9), korps penegak peraturan daerah (perda) itu kembali melayangkan peringatan kedua. Para pemilik di-deadline segera mengosongkan kurang dari sepekan ke depan. Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat peringatan (SP) pertama kepada 51 pemilik bangli sejak (5/9) lalu.

Menurut Dodik, masa berlaku SP perdana tersebut selama satu minggu alias telah berakhir pada Kamis (12/9) kemarin. ”Dari teguran pertama itu kita mohon agar masyarakat bersedia membongkar bangli sendiri,” ujarnya.

Dia menyatakan, sebagian besar bangunan kios atau lapak memang telah dilakukan pembongkaran secara mandiri. Akan tetapi, ada beberapa bangli yang hingga kemarin terlihat masih berdiri. Untuk itu, pihaknya kembali melayangkan teguran bagi para pemilik yang belum melakukan pembongkaran. ”Hari ini (kemarin, Red) sudah kita kirimkan surat peringatan kedua,” tandas mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto ini.

Dengan demikian, para pemilik bangli masih diberikan kesempatan melakukan pensterilan bangunan secara sukarela. Setidaknya, batasan waktunya hingga tiga hari ke depan. Namun, jika masih tetap belum dibongkar, kata Dodik, pihaknya kembali mengirimkan SP ketiga dengan batas akhir hingga Rabu (18/9) pekan depan.

Apabila melewati masa deadline tetap tidak dibongkar, satpol PP terpaksa melakukan penertiban melalui pembongkaran paksa. Dodik menyatakan, langkah tersebut merupakan tindaklanjut dari sosialisasi kepada seluruh pemilik bangli pada Selasa (2/9) lalu. Sehari setelahnya, pihaknya memasang papan pemberitahuan agar mereka melakukan pembersihan secara sukarela.  ”Alhamdulillah sejak sosilaisasi lalu, sejumlah warga berinisiatif untuk membongkar sendiri,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, upaya pensterilan sepanjang Jalan Sekar Putih, Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, itu menyusul rencana pemkot melakukan pelebaran dan peningkatan jalan. Jalur penghubung wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto tersebut bakal diperlebar dari sebelumnya 5,2 meter menjadi 9 meter.

Sehingga, dampaknya harus menggusur bangli yang berdiri di bahu jalan sepanjang 930 meter. Bahkan, pos polisi Satlantas Polresta Mojokerto dipastikan ikut terimbas proyek fisik yang nilai anggarannya mencapai Rp 7,6 miliar tersebut. Saat ini, paket proyek telah masuk tahapan lelang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Diperkirakan, sentuhan fisik akan dikerjakan mulai pekan depan. ”Informasi dari Dinas PUPR, SPK-nya (surat perintah kerja) dilaksanakan 18 September mendatang,” pungkas Dodik.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia