Kamis, 17 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Jaring Calon Bupati Mojokerto, PKB Beri Sinyal Usung Kader Fighter

12 September 2019, 07: 20: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Wakil Ketua Umum DPP PKB Ida Fauziah menjadi salah satu kader terbaik yang masuk dalam bursa penjaringan pilkada.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Ida Fauziah menjadi salah satu kader terbaik yang masuk dalam bursa penjaringan pilkada. (dok/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kendati Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP-PKB) belum menentukan siapa kader yang bakal mengantongi rekomendasi untuk running di pilkada serentak, partai bernomor 1 ini diam-diam telah membicarakan sosok pengganti Ayni Zuroh, di kursi ketua dewan.

Itu jika ketua DPC PKB ini resmi dinobatkan sebagai bakal calon (bacalon) bupati periode 2020-2025 mendatang. Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto M. Irsyad Azhari, menuturkan, hingga saat ini partainya memang belum memutuskan siapa dari kader terbaik yang diusung sebagai calon orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto untuk lima tahun ke depan.

Di samping baru tahap penjaringan dan penjajakan kader, semua keputusan juga ada di tangan DPW PKB Jatim dan DPP PKB. ’’Ini kan baru tahap menggodok nama-nama potensional dan benar-benar fighter (petarung, Red). Dan, itu yang akan mungkin maju menjadi Bacabup Mojokerto. Keputusan akhirnya nanti ada di tangan DPP,’’ katanya, Rabu (11/9).

Memang, setelah menjadi pemenang Pemilu 2019 di tingkat kabupaten, partai di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ini meneguhkan diri mengusung kader sendiri dalam bursa pilkada serentak.

Tidak hanya Ayni Zuroh, yang tinggal selangkah lagi definifif menduduki kursi dewan. Namun, ada beberapa nama kader lain yang dinilai potensional masuk dalam penjaringan internal. Nama yang masuk bursa penjaringan itu di antaranya adalah Ida Fauziah dan Fandi Utomo.

Ida Fauziah dianggap masih memiliki basis kekuatan di tingkat arus bawah. Terlebih, mantan Ketua Umum PP Fatayat NU tersebut telah empat periode menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI dari Fraksi-PKB.  Selebihnya, politisi asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini, dipandang berpengalaman dalam pilkada. Ia pernah menjadi Calon Wakil Gubernur Jateng mendampingi Sudirman Said. Serta, sampai saat ini konsen di dunia pendidikan.

Sedangkan, nama Fandi Utomo, dikenal figur yang kenyang dunia politik. Sebelum resmi bergabung partai bola dunia bintang sembilan, Fandi pernah menjabat anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.

Sehingga, politisi asal Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini, dianggap wajar kala masuk dalam bursa penjaringan internal PKB. Irsyad menambahkan, dengan raihan 10 kursi dari kekuatan 50 kursi parlemen kabupaten, PKB tentu memposisi diri sebagai orang nomor satu dengan mengusung bacabup. ’’Karena itu, saat ini partai akan merumuskan dulu mana kader terbaik yang dicalonkan sebagai bupati nanti,’’ tandasnya.

Mantan caleg DPRD Provinsi Jatim di Pemilu 2019 dari dapil Mojokerto-Jombang ini menambahkan, kendati pun nanti ada perubahan dalam posisi jabatan ketua dewan sebagai jatah PKB, partainya tetap mempersiapkan kader yang sama. Pengalaman di dunia legislatif dan dapat menjaga marwah partai.

’’Saya pikir itu (pengganti, Red) tidak jadi masalah, apalagi masih jauh. Sudah pasti partai menyiapkan kader yang laik untuk diposisikan sebagai ketua dewan. Tetapi, sekali lagi itu nanti,’’ paparnya.

Sementara itu, dihubungi Jawa Pos Radar Mojokerto, Ida Fauziah mengaku belum mendengar bila namanya masuk dalam bursa penjaringan PKB dan disandingkan dengan beberapa kader lain. Namun, Wakil Ketua Umum DPP PKB ini, mengapresiasi bila namanya kembali diperhitungkan di kancah perpolitikan daerah.

Utamanya, dalam menyambut pilkada serentak. ’’Terima kasih kalau mendapat apresiasi. Terima kasih banyak,’’ ujarnya saat berada di Surabaya. Penjaringan yang dilakukan partai, kata Ida Fauziah, adalah hal yang wajar. Apalagi, di Pemilu 2019 lalu, PKB Kabupaten Mojokerto berhasil mengantongi suara terbanyak dengan raihan 128.758 suara dari DPT 839.706.

’’Saya melihatnya wajar jika ada apresiasi seperti ini. Kan saya asli Mojokerto,’’ imbuhnya. Ida Fauziah mengaku sampai saat ini dirinya belum berkomunikasi intens dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Di samping masih fokus untuk menghadiri beberapa undangan kegiatan di beberapa daerah, sebagai kader pihaknya bakal menyerahkan sepenuhnya kepada partai.

Perihal siapa nanti yang resmi mengantongi rekomendasi untuk dicalonkan dalam bursa Pilkada 2020. ’’Belum. Belum ada komunikasi dengan DPP. Malah saya baru tahu dari sampean,’’ imbuhnya diiringi tertawa ringan.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia