Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Puskesmas Jetis Berikan Salep Kedaluwarsa ke Pasien

11 September 2019, 14: 38: 09 WIB | editor : Imron Arlado

Salep yang diberikan petugas Puskesmas Jetis ini sudah kedaluwarsa sejak tahun 2018 silam.

Salep yang diberikan petugas Puskesmas Jetis ini sudah kedaluwarsa sejak tahun 2018 silam. (khudori/radarmojokerto.id)

JETIS,  Jawa Pos Radar Mojokerto - Puskesmas Jetis, Kabupaten Mojokerto memberikan salep kedaluwarsa ke pasien. Pasien pun geram dan memprotes sikap pegawai yang ceroboh tersebut.

Pemberian obat kadalursa ini terjadi Rabu (11/9) sekitar pukul 09.00. Sejumlah warga Dusun Sumberwuluh, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis mendatangi puskesmas setempat untuk berobat penyakit gata-gatal yang terjadi pada bagian tubuhnya.

Seperti pasien pada umumnya. Setelah mengantre, pasien yang kebetulan didominasi anak-anak itu lantas mendapatkan pelayanan petugas.

Nahasnya, setelah mendapat diagnosa dan resep oleh petugas di tempat pelayanan kesehatan pelat merah ini, para pasien malah dibuat geram setelah mengetahui mereka diberi obat petugas. "Sejumlah obat yang diberikan ke kami malah sudah kedaluwarsa," ungkap salah satu orang tua pasien, Suherwati,  33.

Dalam kemasan obat salep tersebut, batas penggunaannya sampai September 2018. Mengetahui hal itu, para pasien kembali untuk menanyakan ke petugas. Namun upaya meminta ganti obat yang baru itu gagal. Para pasien malah mendapat respon tak mengenakan dari petugas apoteker. "Katanya, kalau gak yakin, akan saya tarik lagi. Terus saya jawab, makanya saya tanya bu," terangnya.

Tak mau terlibat perdebatan lebih panjang, para pasien lantas membawa salep tersebut pulang berikut obat lainnya. Kendati begitu, pihaknya tak berani menggunakan saleb tersebut lantaran khawatir malah sakit kulit yang diderita kian parah. "Khawatirnya malah bukan sembuh yang kami dapat. Apalagi ini untuk anak-anak usia 9 bulan dan 10 tahun," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jetis, belum bisa dikonfirmasi. Saat di telpin melalui handphonenya malah dialihkan. Pun saat pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp juga belum ada jawaban.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia