Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Awas, Pakai Ban Vulkanisir Bisa Ditilang

11 September 2019, 05: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Petugas melakukan operasi gabungan dan menemukan sejumlah truk yang membandel.

Petugas melakukan operasi gabungan dan menemukan sejumlah truk yang membandel. (Khudori/radarmojokerto.id)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Armada angkutan umum bermuatan barang diketahui masih banyak yang membandel. Mereka kedapatan melanggar ketentuan setelah dimensi truk melebihi standar. Hal itu diketahui dalam operasi sadar keselamatan oleh petugas gabungan Satlantas Polres Mojokerto dan Unit Pelaksana Teknik (UPT) Lalu Lintas Angkutan Jalan LLAJ Jatim, di eks Jembatan Timbang Trowulan, Kabupaten Mojokerto.  

”Dari pemeriksaan, ada 42 kendaraan yang diketahui melanggar. Dan, 25 kendaraan lainnya kedapatan melanggar dimensi,’’ ujar Kepala Seksi Pengendalian Opersaional UPT LLAJ Mojokerto, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, di lokasi. Dalam operasi tersebut, petugas mengarahkan setiap pengendara yang melintas, khususnya dari arah Mojokerto-Jombang, menuju jembatan Timbang. Mereka diberhentikan sementara untuk menjalani pemeriksaan kelengkapan kendaraan. Termasuk berlaku bagi pengendara roda dua. Pemeriksaan itu meliputi, pajak kendaraan, SIM, dan STNK. ”Operasi ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran,’’ imbuh Yoyok.

Setiap angkutan kendaraan yang melintas juga tidak luput dari sasaran operasi. Petugas menghentikan mereka demi memudahkan pemeriksaan kelengkapan, muatan, dan dimensi. Hasilnya, disampingi pelanggaran dimensi pada truk, juga banyak ditemukan ban truk yang gundul atau menggunakan vulkanisir. ”Padahal, kalau dalam peratauran itu harus menggunakan ban orisinal,’’ tandasnya.

Yoyok menuturkan, banyak terjadipelanggaran dimensi karena pemililk kendaraan sengaja menambahkan muatan melebihi kapasitas. ”Banyak truk yang overload muatan,’’ terangnya. Dicontohkan, sebenarnya standar muatanseberat 7,5 ton, namun ditambah demensi kapasitas muatannya melebihi 7,5 ton. Sehingga hal tersebut mempengaruhi komponen dan berisiko menyebabkan kecelakaan. Sementara, pengendara atau truk yang melanggar akan langsung menjalani proses sidang oleh petugas Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, yang sudah menunggu di tempat operasi.(hin)

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia