Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
Pilkada Mojokerto 2020

PDI Perjuangan Perpanjang Masa Penjaringan

11 September 2019, 07: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Ketua DPC PDI Perjuangan Pungkasiadi saat mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati, Sabtu (7/9).

Ketua DPC PDI Perjuangan Pungkasiadi saat mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati, Sabtu (7/9). (dok/radarmojokerto.id)

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto- PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto memperpanjang masa penjaringan, penyaringan dan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati periode 2020-2024. Alasannya, jumlah pendaftar masih kurang dari batas minimal.

Ketua penjaringan bacabup-bacawabup Sriatin, mengatakan, pasca menerima tiga nama pendaftar, panitia penjaringan langsung menggelar pertemuan internal. Dan ketiga nama itu diusulkan ke pengurus harian, Dewan Pimpinan Cabang (DPC). ’’Ada keputusan pengurus DPC, bahwa pendaftaran harus diperpanjang,’’ ungkapnya.

Purwo Santoso adalah pensiunan PNS di Pemprop Jatim dan mencoba peruntungan dengan mendaftar di PDI Perjuangan.

Purwo Santoso adalah pensiunan PNS di Pemprop Jatim dan mencoba peruntungan dengan mendaftar di PDI Perjuangan. (dok/radarmojokerto.id)

Alasannya, kata Sriatin, pengurus DPC memasang batas minimal pendaftar. Yakni, dua kandidat bupati dan dua wakil bupati. ’’Untuk yang bupati, sebenarnya sudah cukup. Sudah ada dua. Tetapi, yang kurang di cawabupnya,’’ tambahnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini, menjelaskan, meski dua nama kandidat bupati tersebut sudah dinyatakan terpenuhi, namun panitia tak akan menutup rapat-rapat. Jika nantinya masih terdapat peminat, maka panitia akan tetap mencatatnya.

Sriatin menegaskan, pendaftaran yang dimulai sejak 7 September dan berakhir 9 September tersebut, akan diperpanjang hingga 12 September esok. ’’Jika hingga deadline belum terpenuhi, maka panitia akan membungkus ketiga nama tersebut dan menyetorkannya ke tingkat DPD,’’ jelas dia.

Untuk mendaftar sebagai bakal calon di PDIP, memang membutuhkan syarat yang cukup berat. Diakui perempuan berjilbab ini, pendaftar harus mampu menunjukkan kelengkapan administrasi yang cukup njlimet.

Seperti persyaratan komitmen terhadap partai dan harus ditandatangani bermaterai, formulir yang harus diisi dan dikembalikan dalam waktu tertentu, surat keterangan catatan kepolisian, surat legalisir ijazah, surat keterangan tak pernah dihukum, hingga tidak dinyatakan pailit.

Perlu diketahui, DPC PDIP Kabupaten Mojokerto telah membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Partai yang memiliki 9 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto ini mencatat Pungkasiadi sebagai pendaftar pertama.

Tak lama setelah Pung, hadir Purwo Santoso. Ia adalah mantan kepala UPT Dispenda Jatim di Trenggalek. Dan, jelang penutupan, nampak Ketua KONI Firman Effendi, mendaftar sebagai calon wakil bupati.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia