Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik
Pilkada Mojokerto 2020

Ketua DPRD Ayni Zuroh Siap Lepas Jabatan

11 September 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Ketua DPRD Ayni Zuroh ini siap menanggalkan jabatannya sebagai ketua DPRD jika diberikan amanah untuk maju dalam Pilbup 2020 nanti.

Ketua DPRD Ayni Zuroh ini siap menanggalkan jabatannya sebagai ketua DPRD jika diberikan amanah untuk maju dalam Pilbup 2020 nanti. (dok/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meneguhkan akan running dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto tahun 2020 mendatang. Kemarin, partai berlambang bola dunia bintang sembilan itu dikabarkan telah memanasi mesin politik dengan menjaring nama kader-kader terbaik untuk dicalonkan sebagai bupati.

Partai dengan nomor satu pada Pemilu 2019 lalu ini telah menjajaki beberapa figur yang dianggap sebagai kader terbaik. Di antaranya, Ketua DPC PKB Ayni Zuroh, Ida Fauziah, dan Fandi Utomo. Ketiga nama tersebut dinilai cukup prestise karena pengalaman mereka menduduki jabatan anggota DPR RI, DPRD, dan sebagai figur politisi.

Selebihnya, ketiganya dianggap sebagai putra daerah. Hanya saja, sejauh ini partai di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tersebut belum menentukan siapa yang bakal mengantongi rekomendasi calon bupati (bacabup).

Dikonfirmasi perihal namanya masuk dalam bursa penjaringan sementara pilkada yang diusung PKB, Ayni Zuroh secara diplomatis tidak membantah. Dia menuturkan, sebagai kader partai memang sudah seharusnya siap ketika mendapat mandat atau tugas dari partai.

Termasuk, ketika dicalonkan menjadi salah satu kandidat bacabup periode 2020-2025 mendatang. Kendati ia sendiri harus meninggalkan posisi jabatan sebagai ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, hasil sidang paripurna dewan, Senin (9/9). ’’Kalau siap running, berarti saya siap untuk meninggalkan (jabatan) sebagai ketua DPRD,’’ ujar Ayni Zuroh, kemarin.

Politisi asal Mojosari ini, menilai, sebagai peraih kursi DPRD terbanyak di Pemilu 2019, memang sudah saatnya PKB memiliki bacabup dari kader sendiri.

Di mana, dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang, PKB secara otomatis telah memegang tiket menuju pilkada. Yakni, sebagai parpol peraih suara tertinggi di kabupaten (128.758 suara), dan menduduki 10 kursi dari kekuatan 50 kursi parlemen.

Meski demikian, Ayni Zuroh menyatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi DPP PKB. Perihal, siapa nanti yang bakal mengantongi rekomendasi sebagai Bacabup Mojokerto untuk lima tahun ke depan. ’’Insya Allah kalau mendapat rekomendasi DPP PKB, kita siap running di pilkada,’’ imbuhnya dengan nada optimistis.

Terpisah, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto M. Irsyad Azhari mengamini keinginan PKB untuk running di pilkada mendatang. Tentunya, dengan mengusung kader terbaik sebagai bacabup. Yang salah satu di antara nama-nama itu adalah Ayni Zuroh. ’’Sebagai kader, beliau (Ayni Zuroh, Red) tentu akan siap maju menjadi calon bupati Mojokerto,’’ paparnya.

Irsyad juga menegaskan, sejak namanya disandingkan dengan Ida Fauziah dan Fandi Utomo dalam bursa penjaringan calon bupati oleh internal PKB, Ayni Zuroh tampak tidak ada keraguan ketika harus meninggalkan posisinya sebagai ketua dewan. ’’Namun, kita akan terus memantau perkembangan di bawah. Bagaimana aspirasi masyarakat tentang sosok yang diinginkan sebagai calon terbaik untuk menduduki kursi bupati mendatang,’’ paparnya.

Sebelumnya, beberapa nama lebih dulu muncul mewarnai bursa pencalonan bupati. Di antara yang keukeuh adalah Wabup Pungkasiadi, dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Yoko Priyono. Pung yang kini juga menakhodai DPC PDIP Kabuoaten Mojokerto diprediksi tidak akan mengalami kesulitan dalam mengantongi rekomendasi moncong putih sebagai tiket menuju kursi bupati. Pun demikian juga dengan Yoko Priyono, yang telah menjalin komunikasi politik dengan beberapa partai. Demi menggenggam tiket pilkada. Salah satunya bersama PPP.

Menanggapi hal itu, Irsyad Azhari menyatakan, meski sudah mengantongi satu tiket utuh, PKB tetap akan membuka keran komunikasi dan menjalin konsolidasi bersama parpol lain. Sehingga, tidak menutup kemungkinan terjadi gabungan koalisi demi menyukseskan Pilkada 2020 tetap terbuka lebar. ’’Tentu kita tetap membuka koalisi. Membuka komunikasi dengan parpol lain. Mulai bulan ini akan menjajaki komunikasi dengan parpol-parpol. Melalui pertemuan informal, dan terus-menerus,’’ pungkasnya.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia