Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dor! Betis Maling ini Langsung Bocor

10 September 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Kapolres Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono saat menginterogasi pelaku.

Kapolres Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono saat menginterogasi pelaku. (sofan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaku spesialis pencurian dengan pemberatan, Nurhaji, 48, terpaksa dilumpuhkan Satreskrim Polresta Mojokerto. Warga asal Dusun/Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik ini, ditembus peluru tajam pada bagian betis kirinya oleh petugas. Polisi terpaksa bertindak represif setelah pelaku berusaha melawan saat dilakukan penangkapan.

Bahkan, dia akan melukai petugas dengan merebut senjata api (senpi) petugas.’’Karena berusaha melawan petugas, akhirnya ditembak di bagian kaki,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto, Ade Warokka.

Ia menegaskan, memang saat akan dilakukan penangkapan, pelaku berusaha merebut senpi petugas. Pelaku juga berusaha kabur usai melakukan pencurian di rumah Achmad Fathoro Hadi, Lingkungan Bancang, Gang Kemuning, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Minggu (8/9) malam. Meski sebagai pelaku tunggal, Nurhaji tergolong lihai. Bagaimana tidak, dari hasil pengembangan, pelaku diketahui sudah membobol 19 rumah di wilayah Kota Onde-Onde.

Ia biasa melakukan pencurian pada malam hari. ’’Pelaku ini spesialis rumah kosong yang ditinggal penghuninya,’’ tambah Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, dalam pers rilis ungkap kasus di mapolresta. Untuk mencari sasaran, pelaku biasa menggunakan motor menuju tempat kosan di area Magersari. Agar tak mudah dicurigai warga, pelaku lebih dulu berkeliling lingkungan permukiman menggunakan sepeda angin di siang hari. Nah, untuk memastikan rumah sasaran benar-benar kosong, pelaku lebih dulu melempar sampah ke teras rumah. ’’Jika malam hari sampah-sampah itu sudah tak berserakan atau dibersihkan, tandanya rumah tersebut ada penghuninya,’’ terangnya.

Sebaliknya, lanjut Sigit, jika sampah masih berserakan, dipastikan rumah tersebut ditinggal penghuni. Dari situ, pelaku langsung beraksi dan menemukan targetnya. ’’Tanda lain, jika pada siang hari lampu terlihat masih menyala, termasuk rumah itu juga kosong,’’ tambahnya. Pelaku bermodal linggis kecil (kubut), lalu memanjat pagar tembok, kemudian naik ke atap rumah korban. Untuk merangsek ke dalam rumah, pelaku menjebol plafon, lalu merusak kunci pintu kamar. Tak jarang ia juga merusak jendela rumah.

Dari situ, pelaku memburu barang berharga milik korban. Seperti perhiasan emas, uang tunai, laptop, dan handphone (HP). ’’Pokoknya seadanya barang layak jual diambil,’’ tegasnya. Terakhir kali, pelaku melakukan pencurian di Lingkungan Bancang, Gang Kemuning, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Di rumah milik Achmad Fathoro Hadi ini, ia menggondol uang tunai Rp 57,6 juta, dan sejumlah perhiasan. Terdiri dari kalung, anting, dan gelang. Nahas, sebelum menikmati hasil kejahatan, ia lebih dulu ditangkap petugas tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Pelaku yang berusaha kabur menggunakan sepeda angin berhasil digagalkan dengan melepaskan tembakan. ’’Dia pelaku tunggal. Tapi, ternyata sudah beraksi 19 kali di wilayah Mojokerto. Sebagian besar di kawasan Magersari,’’ jelasnya. Petugas turut mengamankan sepeda angin, linggis, dua stel jaket, topi, sarung tangan, sandal, dan motor Honda Supra Nopol L 8410 X. Motor tersebut diketahui digunakan pelaku saat berangkat dari rumahnya menuju tempat kos di area Magersari. Sigit menegaskan, karena sudah spesialis, pelaku dikenal cukup rapi dan profesional saat beraksi. Ia selalu membawa dua jaket. Satu jaket dipakai pelaku saat hendak beraksi, dan sisanya digunakan pasca beraksi. ’’Tujuannya, agar sulit diidentifikasi sidik jarinya. Pelaku juga memakai sarung tangan saat mencuri,’’ tegasnya. Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. ”Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” pungkas Sigit

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia