Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik
Pilbup 2020

Tiga Tokoh Ini Berebut Rekom PDI Perjuangan

10 September 2019, 07: 34: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Ketua KONI dua periode, Firman Effendi, ikut berebut rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon wakil bupati periode 2020-2024.

Ketua KONI dua periode, Firman Effendi, ikut berebut rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon wakil bupati periode 2020-2024. (imron arlado/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – DPC PDIP Kabupaten Mojokerto membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati. Tiga tokoh telah resmi mendaftar. Mereka bakal saling berebut untuk mengantongi rekom partai moncong putih. Mereka adalah Pungkasiadi, Purwo SAntoso, dan Firman Effendi.

Pungkasiadi saat ini tercatat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto. Ia mencatatkan namanya di hari pertama pendaftaran, Sabtu (7/9) sekitar pukul 13.00.

Selang satu jam kemudian, giliran Purwo Santoso ikut mendaftar. Warga asal Lingkungan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini baru saja memasuki masa pensiun sebagai PNS di Bappeda Jatim. Berikutnya, kemarin (9/9) sore, jelang jadwal pendaftaran ditutup, Firman Effendi turut berebut rekom PDIP. Ia langsung naik ke lantai dua kantor DPC PDIP di Jalan Raya Bypass Mojokerto, dan ditemui sejumlah pengurus.

Namun, kali ini Firman bukan mendaftar sebagai calon bupati, seperti dua tokoh sebelumnya. Ketua KONI Kabupaten Mojokerto tersebut akan bertarung merebut rekom sebagai cawabup. ’’Saya sangat optimistis bisa mendapatkan rekomendasi itu,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Bagi Firman, mendaftarkan diri sebagai cawabup melalui PDIP bukan tanpa pertimbangan yang matang. Berbagai langkah strategis telah ia siapkan sebelumnya. ’’Saya sudah menimbangnya dengan sangat matang. Dan, kenapa harus PDIP, karena partai ini yang paling solid dan paling serius dalam setiap pilkada,’’ tambahnya.

PDIP, jelas Firman, kerap memberikan kejutan dalam setiap momen pilkada. Partai ini juga kerap mengeluarkan rekom tanpa harus memandang status di kepartaian. ’’Ada yang ketua DPC, tetapi tidak direkom. Itu jumlahnya sangat banyak,’’ tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penjaringan Bacabup-Bacawabup, DPC PDIP Kabupaten Mojokerto Sriatin menuturkan, panitia membuka pendaftaran selama 7-9 September. Setelah itu, panitia akan melakukan verifikasi seluruh berkas pendaftar.

Setelah dinyatakan lolos administrasi, data ketiga tokoh tersebut akan ditelaah dan digodok panitia. ’’Ada proses yang panjang. Mereka (tiga pendaftar) yang melengkapi berkasnya, akan kami proses,’’ terangnya.

Sementara hingga pendaftaran ditutup kemarin sore, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono, yang dikabarkan bakal ikut bertarung berebut rekom PDIP tak kunjung datang mendaftar.

(mj/ron/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia