Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik
Running Pilbup Mojokerto 2020

Terjun ke Parpol, Yoko Mulai Cari Tiket

09 September 2019, 12: 52: 10 WIB | editor : Imron Arlado

Yoko Priyono saat hadir di Kantor DPC PPP Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/9).

Yoko Priyono saat hadir di Kantor DPC PPP Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/9). (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mojokerto mulai terang-terangan mengenalkan calon bupatinya yang akan bertarung maju dalam bursa pilbup nanti. Yoko Priyono menjadi satu-satunya figur yang dielu-elukan untuk maju dalam pencalonan. 

Digelar di kantor DPC Jalan Gayaman, Jabon, Kecamatan Mojoanyar, acara ini dibalut koordinasi internal partai. Dihadiri sejumlah kader dan pengurus partai berlambang Kakbah tersebut, acara ini kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk almarhum KH Maimoen Zubair. 

Hadir di tengah-tengahnya, Yoko Priyono. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto ini pun diberikan waktu untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginannya menggandeng PPP dalam pilbup nanti. 

Beberapa sumber di internal partai menyebutkan, Yoko Priyono memulai perkenalannya hingga keinginannya menggandeng sejumlah parpol dalam kontestasi pilbup periode 2020-2024. ’’Tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua jelas. Dan menyatakan jika akan maju dan menggandeng PPP,’’ ungkap seorang pengurus ini. 

Sekretaris DPC PPP Ainur Rosyid saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto, tak membantah telah menggelar pertemuan tersebut. Baginya, Yoko merupakan kandidat yang memiliki keinginan maju melalui PPP. 

Namun, keinginan Yoko dipastikan bukan tanpa hambatan. Karena, PPP pun akan memberlakukan sejumlah syarat. ’’Ini hanya awal. Nanti ada kelanjutannya,’’ jelasnya. 

Proses selanjutnya, kata Rosyid, figur yang akan menggandeng partainya harus disepakati oleh pengurus. ’’Tentunya, kalau serius, akan ditentukan dalam Rapimcab (rapat pimpinan cabang),’’ ungkap dia. 

Meski diakuinya, PPP tak memiliki tiket utuh untuk mengusung kandidat, namun Rosyid memastikan partainya tak diam. Dalam pileg, PPP meraih lima kursi di dewan. ’’Komunikasi sudah dengan partai lain. Tetapi, sekarang ini kan masih banyak yang malu-malu. Nanti kalau sudah mendekati akan jauh lebih serius,’’ tuturnya. 

Baginya, kehadiran Yoko Priyono di tengah-tengah pengurus harian hingga majelis PPP, sebagai langkah awal. Agar, nantinya pengurus memperkenalkan ke akar rumput atas kapasitas kandidat. 

Yoko, diakuinya, memiliki pengalaman yang istimewa di birokrasi. Selama 30 tahun mengabdi sebagai pegawai negeri, pria yang tinggal di Pekukuhan, Kecamatan Mojosari tersebut, memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni. Berbagai bidang pemerintahan pernah ia jamah. Mulai Bappeda, Dinas Perizinan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Koperasi. 

Dukungan PPP terhadap Yoko ini, sudah terlihat cukup lama. Akhir Agustus lalu, Yoko sempat bergandengan tangan dengan Wasekjen PPP Gugus Joko Waskito di ruang Fraksi PPP DPRD Kabupaten Mojokerto. 

Sementara itu, hingga tadi malam, Yoko Priyono belum berhasil dikonfirmai atas langkah menuju Mojokerto Satu tersebut. Namun, beberapa orang dekat Yoko menegaskan, selain PPP, Yoko juga menjalin komunikasi dengan Hanura, dan Gerindra.

(mj/ron/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia