Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Anggaran KONI Digaransi Cair Awal Tahun

07 September 2019, 07: 45: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Pengurus KONI saat melakukan aksi demonstrasi di Pemkot Mojokerto 24 Agustus lalu.

Pengurus KONI saat melakukan aksi demonstrasi di Pemkot Mojokerto 24 Agustus lalu. (sofan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya mendapatkan biaya pembinaan olahraga lewat hibah APBD terus digalakkan KONI Kota Mojokerto. Meski mustahil mendapatkan anggaran di tahun 2019, KONI tetap menuntut pemkot bisa mencarikan solusi atas ngeblong-nya anggaran.

Termasuk anggaran pembinaan tahun 2020 nanti yang sejak awal sudah diantisipasi lewat pengajuan sejak Mei lalu. Pengajuan tersebut agar tidak terjadi lagi keterlambatan hingga berdampak pada pencoretan dana hibah.

Nah, dari hasil komunikasi dengan pemkot sepekan terakhir, ploting anggaran KONI tahun 2020 digaransi utuh sesuai yang diajukan. Bahkan, bisa langsung dicairkan sejak awal tahun untuk menutupi kebutuhan atas kekurangan anggaran di tahun 2019.

Garansi tersebut setelah ada pernyataan tertulis dari pemkot dalam upaya mendukung pengembangan atlet dan cabor di tahun-tahun yang akan datang. ’’Bahkan, hibah di tahun 2020 katanya sudah bisa dicairkan sejak awal tahun,’’ tutur Tito Sugito, wakil ketua II KONI Kota Mojokerto.

Dalam pertemuan kali kedua dengan pejabat pemkot kemarin, setidaknya ada tiga poin yang disepakati Pemkot Mojokerto bersama KONI dalam mendukung pengembangan pembinaan olahraga di Kota Onde-Onde. Poin pertama adalah  permintaan KONI soal pemberian anggaran tahun 2019 yang sama sekali tidak bisa direalisasikan.

Lantaran tidak memiliki landasan hukum kuat, termasuk lewat P-APBD yang plotingnya sudah tidak bisa diutak-atik karena sudah disahkan DPRD sejak Agustus lalu. Kegagalan itu yang mau tak mau harus diterima dengan lapang dada KONI.

Sementara poin kedua, pemkot akan memberikan reward pada atlet berprestasi, khususnya peraih medali di Porprov 2019. Di kesepakatan itu, KONI juga diminta mengajukan rincian reward berdasarkan data atlet, pelatih, ofisial, hingga perolehan medalinya. Termasuk pengajuan kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan semua cabor. Agar diupayakan mendapat bantuan dana dari program corporate social responsibility (CSR). ’’Nah, bantuan reward dan sarpras penunjang itu yang digaransi bisa cair di awal tahun,’’ tandasnya.

Juga poin ketiga soal anggaran KONI lewat hibah APBD tahun anggaran 2020 yang juga dijanjikan bisa cair sejak awal. Bahkan, pemkot juga menggaransi jika terdapat kendala di awal tahun, masih diupayakan bisa terealisasi dan diajukan pada PAK, atau saat pertengahan tahun 2020. ’’Kita tunggu saja, karena pengajuan untuk anggaran 2020 sudah kita sodorkan sejak Mei dengan nominal yang sama dan utuh sebesar Rp 2,5 miliar,’’ pungkasnya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia