Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal
Dugaan Pencabulan Terhadap Bocah TK

Dokter Tak Temukan Luka di Organ Vital Korban

07 September 2019, 07: 45: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka saat memberikan keterangan ke awak media, Jumat (6/9)

Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka saat memberikan keterangan ke awak media, Jumat (6/9) (Khudori/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satreskrim Polresta Mojokerto belum menemukan indikasi pencabulan yang dialami siswa TK, 4,5 tahun. Dari hasil visum, tak ditemukan unsur lecet atau kekerasan di bagian alat vital korban.

’’Hasil visum normal-normal saja. Tidak ada lecet atau bekas kekerasan,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka.

Visum tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan dari orang tua korban, AP, 39. Menurut Ade Warokka, atas laporan ini, pihaknya mengambil langkah dengan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

Sudah ada tiga orang saksi. Di antaranya, dua orang guru dan satu dokter. Dokter tersebut yang diketahui pertama kali menangani dugaan kekerasan yang menimpa A, pada Senin (26/9) lalu.

’’Hasil klarifikasi, ternyata dokter itu tidak pernah menyimpulkan.Bahwa, telah terjadi peristiwa seperti yang diungkapkan orang tua anak (korban) sebelumnya,’’ terangnya.

Kendati demikian, penyidik akan terus mendalami perihal dugaan pencabulan yang sebelumnya mengarah pada ASN berinisial TA.

Belakangan TAdiketahui juga bekerja di TK (Taman Kanak-kanak) tempat korban menempuh pendidikan. Penyelidikan juga menggandeng unsur-unsur terkait. ’’Termasuk kita libatkan psikolog,’’ tuturnya.

Sejauh ini, penyidik masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi tetangga korban yang dimungkinkan dapat membantu memberi penjelasan.

Sebab, Ade Warokka menilai, dari hasil pemeriksaan tiga saksi, penyidik belum menemukan terjadinya suatu peristiwa yang menimpa siswa kelas 1A TK, asal Kecamatan Prajurit Kulon tersebut.

’’Para saksi justrusangsi sekaligus ada keraguan terhadap peristiwa ini,’’ tegasnya.

Namun, bukan berarti penyelidikan berhenti. Pihaknya memastikan akan terus mendalami untuk mengungkap kebenaran ada tidaknya peristiwa tersebut.

Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, TA. ’’Prinsipnya, ada atau tidak ada, tetap kami tindak lanjuti untuk menjadikan peristiwa ini terang di mata hukum,’’ tuturnya.

Pendalaman ini, lajut Ade Warokka, tak lain karena peristiwa yang melibatkan anak saat ini cukup sensitif dan harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia