Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pemkot Terjunkan Psikolog Untuk Korban Pencabulan

07 September 2019, 07: 40: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Wali Kota Ika Puspitasari akan memberikan pendampingan hukum kepada terduga korban pencabulan.

Wali Kota Ika Puspitasari akan memberikan pendampingan hukum kepada terduga korban pencabulan. (sofan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto- Dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, mendapat atensi serius Pemkot Mojokerto. Wali Kota Ika Puspitasari untuk mengetahui pasti keadaan psikologis terhadap balita tersebut. Dia menyatakan, terkait penanganan dugaan pencabulan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

Hanya saja, pemkot memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan moril terhadap siswa yang masih duduk di bangku TK A itu. ”Karena terkait anak-anak ini kan memang dilindungi oleh hukum,” terangnya.

Sepanjang proses penyidikan, dia menyatakan akan menerjunkan pendamping psikologis terhadap terduga korban. Selain bentuk pendampingan, tim yang tergabung dalam Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) itu juga untuk mendalami penyebab perubahan psikis yang dialami A.

”Dilakukan pendampingan ini untuk bisa mengetahui lebih detail terkait psikologi anak tersebut,” paparnya. Pasalnya, dari kunjungannya kemarin, A secara umum tidak menunjukkan tanda-tanda adanya trauma.

Sebab, ketika pertama kali bertatap muka, anak keempat dari pasangan R, 46, dan AP, 39, tidak menunjukkan sikap atau perasaan takut. Bahkan, A juga tidak menolak ketika diajak keluar rumah dan mampir ke toko mainan dan pakaian. Orang nomor satu di lingkup pemkot ini menilai, perilaku tersebut bisa jadi sinyal bahwa tidak ada gangguaan terhadap kondisi psikis anak.

”Artinya, sekilas saya sebagai seorang ibu bisa melihat di situ tidak ada trauma. Terbukti dengan saya orang yang baru dilihatnya nyaman-nyaman saja dan baik-baik saja,” tandasnya. Terlepas dari itu, untuk mengetahui kondisi sebenarnya harus dilakukan oleh para ahli.

Untuk itu, tim psikolog nanti yang bakal melakukan penelusuran lebih dalam. Sebab, kata dia, setiap anak memiliki kecenderungan mengalami moody atau perubahan susana hati yang tiba-tiba. ”Jadi, perlu ditelaah lebih dalam lagi. Nanti dari psikolog yang akan mengobservasi lebih dalam terkait bagaimana mood anak ini dan apa yang menyebabkan demikian,” paparnya.

Kemarin pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Mojokerto. Dia menambahkan, berdasarkan hasil investigasi sementara belum menunjukkan adanya tanda-tanda yang mengarah pada tindakan pencabulan. Kendati demikian, Ning Ita menyatakan akan terus mengawal selama proses penyidikan. ”Dugaan itu kan harus dibuktikan. Ada pembuktian. Sepanjang dari laporan sampai dengan saat ini belum ada bukti-bukti yang mengarah ke sana (pencabulan, Red),” pungkasnya.

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia