Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Marching Band Diusulkan Jadi Cabor, KONI Komunikasikan dengan Polisi

05 September 2019, 12: 12: 57 WIB | editor : Imron Arlado

ilustrasi

ilustrasi (Istimewa for radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski KONI Kota Mojokerto tengah dilanda krisis keuangan, namun tak lantas menyurutkan langkah cabor dalam mengembangkan pembinaan. Cabor baru yang mulai dirintis sebagai cabor berprestasi di Kota Onde-Onde adalah marching band atau yang biasa disebut drum band.

Diprediksi dalam waktu dekat resmi menjadi cabor andalan lewat pembentukan Pengkot PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia) di Mojokerto. Pembentukan tersebut setelah KONI menerima usulan resmi PDBI sejak awal tahun 2019 lalu.

Informasi yang dihimpun Sport Mojok, usulan bermula dari kompetisi marching band antarpelajar se-Jatim yang digelar awal tahun lalu. Saat itu, penyeleggaraan dipegang kepolisian dengan kepanitiaan yang ditunjuk adalah Polresta Mojokerto.

Dan, pasca kejurkot, mulai tercetus ide untuk meresmikan marching band sebagai olahraga resmi di Kota Mojokerto. Lalu, muncullah usulan pembentukan Pengkot PDBI Mojokerto yang dimulai polresta sebagai ex officio di tubuh PDBI. ”Usulan sudah kita terima. Sekarang tinggal kita tembusi lagi untuk realisasi pembentukan cabor,’’ tutur wakil ketua II KONI Kota Mojokerto Tito Sugito.

Secara umum, tak ada persoalan tentag pembentukan PDBI di kota. Mulai dari pendirian klub, proses legalisasi pengurus, hingga meresmikan drum band sebagai cabor baru. Bahkan, ia melihat seperti ada potensi terpendam yang butuh digali dalam pembinaan drum band.

Sehingga, Pengkot PDBI Mojokerto sepertinya butuh secepatnya dibentuk. ’’Secepatnya kita tindaklanjuti dan dikomunikasikan lagi dengan pihak kepolisian,’’ tambahnya. Meski tengah dilanda krisis anggaran, kendala itu tak banyak mempengaruhi KONI dalam meresmikan drum band sebagai cabor.

Sebab, tak banyak biaya yang harus dikeluarkan dalam membentuk Pengkot PDBI.Mulai dari menyusun klub, membentuk kepengurusan, hingga merekomendasikan legalitas ke Pengprov PDBI Jatim. ’’Kapan waktunya, kita tidak bisa memprediksi. Diupayakan dalam waktu dekat bisa ditindaklanjuti,’’ tandasnya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia