Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Lukisan Karya Joni Ramlan Dipalsukan

05 September 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Lukisan ini karya Joni Ramlan yang diproduksi tahun 2004 silam.

Lukisan ini karya Joni Ramlan yang diproduksi tahun 2004 silam.

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto- Lukisan karya perupa ternama, Joni Ramlan, dipalsukan. Meski sekilas terlihat tak berbeda, namun karakter dan pewarnaan memiliki perbedaan yang cukup mencolok.

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Joni mengaku, terakhir kali mendengar adanya kabar pemalsuan karya berjudul Pengamen Kota tersebut, berasal dari seorang kolektor asal Malang. ’’Saat itu, saya dikontak dan menanyakan keaslian lukisan itu,’’ ungkapnya.

Kolektor ini, kata Joni, kemudian mengirimkan foto lukisan yang diproduksi tahun 2004 tersebut. ’’Dan, saya bisa langsung pastikan, jika lukisan itu palsu,’’ imbuh pelukis asal Mojosari tersebut.

Lukisan ini nampak lebih cerah dan terdapat perbedaan di sejumlah titik.

Lukisan ini nampak lebih cerah dan terdapat perbedaan di sejumlah titik.

Palsunya lukisan yang bercerita tentang kehidupan seorang musisi jalanan itu, terlihat jelas dari karakter. Joni memang memiliki karakter yang sangat unik saat menggoreskan kuasnya di atas kanvas. Indikasi kedua, pewarnaan yang sangat ngejreng. Jika disandingkan, warna dua lukisan itu sangat berbeda.

Lukisan serupa dengan tema kemiskinan kota tersebut, sudah dipungkasi Joni medio 2005 silam. ’’Yang asli, masih ada di tangan kolektor asal Surabaya,’’ bebernya.

Joni memang memiliki keunikan dalam setiap melahirkan karyanya. Di tahun 90-an, ia melukis dengan nuansa perkotaan. Sedangkan, di pertengahan tahun 2005, ia mulai ’’gila’’ dengan tema sepeda. Berbagai jenis sepeda dilukis dengan indah. Tema ini berakhir di tahun 2015.

Sementara, sejak empat tahun silam, pria berambut sebahu ini merambah tema alam. Bergantinya tema, juga dibarengi dengan gaya lukisannya. Joni yang semula beraliran modern realis, kini beralih ke aliran kontemporer.

Sementara itu, mengetahui karyanya dipalsukan, Joni bukan diam. Ia berusaha melacaknya meski akhirnya gagal mengendus pelaku yang disinyalir berasal dari kalangan seniman tersebut. Bagi dia, pemalsuan terhadap karyanya justru membuktikan tingkat apresiasi di kalangan pecinta seni.

Yang ia khawatirkan, justru para kolektor yang kerap mengkoleksi karyanya selama ini. ’’Kalau secara pribadi, saya justru melihat banyak yang suka dengan karya saya. Tetapi, saya kasihan kalau sampai kolektor mendapat karya palsu,’’ tegasnya.

Pemalsuan karya lukisannya tak sekali ini saja. Namun, Joni menyebut, duplikasi sudah seringkali terjadi. ’’Yang paling banyak, dari tema Sepeda dan Kota Tua. Selain masih banyak peminat, tetapi saya sudah tidak produksi lagi,’’ pungkasnya. (ron)

(mj/ron/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia