Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
Pilkades Serentak Mojokerto

Tersisa 719 Nama Cakades

04 September 2019, 13: 13: 57 WIB | editor : Imron Arlado

Dari ratusan calon kepala desa, panitia mencoret dan menyisakan 719 kandidat

Dari ratusan calon kepala desa, panitia mencoret dan menyisakan 719 kandidat (ilustrasi)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tahap pemilihan kepala desa di pilkades serentak 2019 memang kurang dua bulan lagi. Namun, panitia terus disibukkan dengan tahapan persiapan lanjutan pasca menetapkan cakades yang berhak dipilih 23 Oktober mendatang. Dan dari hasil inventarisasi, kini masih tersisa 719 nama cakades yang siap bertarung sampai hari-H coblosan.

Mereka berhasil menumbangkan 246 bacakades dari 251 desa yang berniat bertarung di pilkades serentak putaran ketiga ini. ’’Jumlah itu sudah resmi dan ditetapkan di masing-masing desa. Tahapannya sekarang ada di pantarlih (panitia pendaftaran pemilih), kampanye sampai pencoblosan,’’ tutur Ardi Sepdianto, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto.

Dari jumlah itu, dikatakan Ardi telah terverifikasi keabsahan syarat dan berkas dokumen yang dipenuhi. Mulai dari ijazah pendidikan, keterangan bebas narkoba, bebas dakwaan dan tuntutan hukum, hingga identitas pribadi masing-masing cakades. Mereka juga resmi menyandang status cakades yang berhak dipilih di desa tempatnya mendaftar. Termasuk para cakades incumbent yang kini telah dinyatakan cuti dari aktivitas desa.

’’Sebagian besar yang mencalonkan lagi lolos. Cuman belum kita rekap berapa jumlahnya. Mereka sudah dianggap cuti terhitung sejak ditetapkan sebagai cakades,’’ tandasnya.

Sebelumnya, jumlah pendaftar calon kades atau bacakades teridentifikasi mencapai 965 orang di 252 desa. Dari jumlah itu, persaingan sengit antarcalon tersaji di 38 desa yang memiliki lebih dari 5 bacakades yang mendaftar.

Jumlah itu memaksa panitia menggelar seleksi tambahan hingga berujung pada munculnya gugatan di sejumlah desa. Di mana, seleksi berupa skoring  tiga unsur mulai dari jenjang pengalaman kerja, jenjang pendidikan, hingga tingkat usia dinilai merugikan sebagian bacakades. Khususnya incumbent yang merasa dirugikan lantaran muncul strategi droping calon sarjana oleh pesaingnya.

Khususnya bagi incumbent yang merasa tingkat pendidikannya kurang hingga meraup poin rendah. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, setidaknya ada 581 bacakades yang tercatat tamatan SMA. Sementara S-1 dan D-1/D-4 masing-masing terdapat 297 dan 16 orang. Termasuk tamatan S-2 atau yang menyandang gelar magister sebanyak 23 orang. Sedangkan 38 orang sisanya, merupakan tamatan SMP. (far/abi)

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia