Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Diduga Tertipu Investasi Bodong, Ratusan Korban Laporkan RHS Group

03 September 2019, 16: 24: 05 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para korban menyampaikan laporan di ruang SPKT Polresta Mojokerto, Selasa (3/9).

Para korban menyampaikan laporan di ruang SPKT Polresta Mojokerto, Selasa (3/9). (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Ratusan korban diduga dari investasi bodong PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS) Group mendatangi Polresta Mojokerto, Selasa (3/9) siang.

Mereka melaporkan manajeman RHS Group selama ini berkantor di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu ke polisi.

Di mana, direktur, kepala cabang, dan koordinator lapangan diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Untuk sementara, kerugian yang dialami para korban tercatat mencapai Rp 7 miliar.

Para korban dugaan investasi bodong mendatangi ruang SPKT Polresta Mojokerto.

Para korban dugaan investasi bodong mendatangi ruang SPKT Polresta Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

Pantauan radarmojokerto.id, para korban mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Mojokerto, di Jalan Bhayangkara ini pukul 13.59, dengan didampingi kuasa hukum, Tutik Rahayu Laremba.

”Ada 110 orang menjadi korban. Itu yang menjadi klien kami," tutur Tutik di sela mendampingi korban. Setelah mendapat pelayanan petugas SPKT, para korban dan kuasa hukum lantas diarahkan ke ruang satreskrim untuk dimintai keterangan sebagai bahan penyelidikan.

Tutik menyatakan, korban yang mendatangi polresta ini baru perwakilan dari korban-korban dugaan penipuan dan penggelapan. Sehingga, dimungkinkan jumlah korban yang sama berpotensi bertambah. "Kalau ditotal ada sekitar 500 orang  menjadi korban," tambahnya.

Ia menjelaskan, dari keterangan para korban yang didampinginya, nilai kerugian atas dugaan penipuan investasi bodong ini cukup bervariatif. Dari yang paling rendah Rp 5 juta hingga menembus angka Rp 1 miliar per orang. "Khusus klien yang kami dampingi, kerugiannya mencapai Rp 7 miliar," tandasnya.

Hingga berita ini ditulis para korban masih menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan di ruang satresktrim sebagai pelapor. Selain memberikan penjelasan, para korban juga menyertakan beberapa alat bukti yang ditunjukkan kepada tim penyidik. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia