Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Camat Trowulan Pasang Nopol Palsu, Mobil Dikandangkan Polisi

03 September 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Mobil X-Trail warna hitam milik Camat Trowulan tidak menggunakan nopol asli.

Mobil X-Trail warna hitam milik Camat Trowulan tidak menggunakan nopol asli. (Khudori/radarmojokerto.id)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mobil Nissan X-Trail bernopol L 1969 FX milik Camat Trowulan, Tri Raharjo dikandangkan anggota Satlantas Polres Mojokerto.

Korps bersabuk putih ini menilang mobil pejabat tersebut karena diduga memasang pelat nopol tidak sesuai STNK. Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto Ipda Irwan Rizki Prakoso menuturkan, tindakan tilang terhadap mobil X-Trail berwarna hitam tersebut saat petugas memergoki nopol mobil, di mana tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) mati.

’’Tertera pada nopol mobil mati sejak September tahun lalu (2018),’’ ungkapnya.Dalam Operasi Patuh Semeru di Jalan Raya Bypass Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini, satlantas juga mendapati jika mobil tersebut tidak taat pajak atau pajaknya mati.

Yang mengejutkan, saat dihentikan dengan dilanjutkan pemeriksaan kelengkapan surat, tak hanya TNKB yang bermasalah. Mobil diduga menggunakan nopol yang tidak sesuai STNK. Sehingga petugas memutuskan menilang sekaligus menyita mobil sebagai barang bukti.

Penyitaan dilakukan untuk menghindari kemungkinan kendaraan tersebut bodong. ’’Sebenarnya pelanggaran biasa. STNK-nya mati. Mati tidak bayar pajak. Makanya mobilnya kita tahan,’’ tuturnya.

Disinggung soal ketidaksesuaian antara nopol dan STNK, Irwan menegaskan, nopol yang terpasang adalah nopol lama. Dan, pemilik kendaraan berdalih lupa untuk mengganti dengan nopol baru. ’’Bukan bodong. Ternyata surat-suratnya lengkap.

Sudah saya konfirmasi ke orangnya untuk membawa BPKB. Kebetulan, dia juga ada jual beli mobil,’’ paparnya. Selain menyita mobil, dalam razia yang berlangsung satu jam ini polisi turut menilang ratusan motor. Mereka yang melintas dari arah Jombang-Surabaya tersebut kedapatan tidak dapat menunjukkan kelangkapan kendaraan.

Seperti SIM, STNK, hingga kendaraan tak sesuai SNI. ’’Ada 127 motor ditilang. Sembilan di antaranya dikandangkan sebagai barang bukti,’’ jelasnya. Sembilan motor yang disita itu karena tidak membawa STNK. Motor-motor tersebut juga tak sesuai standar. ’’Sembilan yang kita amankan karena tidak disertai SIM dan STNK. Ada juga yang protolan,’’ paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Trowulan Tri Raharjo membenarkan mobil Nissan X-trail tersebut adalah miliknya. Penindakan petugas terjadi saat dirinya dalam perjalanan dinas selepas kunjungan dari salah satu desa di Kecamatan Trowulan.

’’Tidak tahu kenapa, mobil yang disita, kok tidak SIM atau STNK,’’ ungkapnya. Padahal, saat mengemudi mobil, dia merasa membawa kelengkapan berkendara. SIM dan STNK. ’’Tidak ada yang bermasalah. Tapi, katanya pajaknya saja mati,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia