Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

VW 181/182 Safari Mexico Upgrade ke 1700 CC

02 September 2019, 21: 59: 31 WIB | editor : Mochamad Chariris

VW warna oranye yang semula hanya memiliki kecepatan 1500 CC, kini sudah tembus 1700 CC.

VW warna oranye yang semula hanya memiliki kecepatan 1500 CC, kini sudah tembus 1700 CC. (Rinto/radarmojokerto.id)

BERBEDA dengan seri 181 keluaran Jerman, `Sesuai konsep yang diusung, Karpet Merah Garage tetap mempertahankan original vintage pada VW ini. Hanya mengganti beberapa pernik dan aksesoris interior dan eksterior yang dianggap tidak layak. Namun pada sektor mesin, Karpet Merah Garage melakukan ubahan yang sangat signifikan.   

’’VW Safari keluaran Mexico memang unik. Jika keluaran Jerman menggunakan reduction gear, ini menggunakan drive shaft atau istilah umumnya kokel. Jadi bisa dikatakan punya akselerasi yang lebih cepat serta lebih tangguh,” terang Rachmad Tommy Julianto, punggawa Karpet Merah Garage.      

Tak hanya penggantian mesin secara utuh. Namun, upgrade mesin juga dilakukan Tommy. Piston bawaan asli yang bervolume 1.600 cc dilengserkan. Diganti dengan piston berukuran diameter yang lebih besar. Imbasnya, volume mesin juga naik menjadi 1.700 cc. Dengan volume mesin yang makin gemuk tersebut, power mesin juga menanjak drastis.

VW tipe ini memiliki sisi keunikan yang cukup tinggi dibanding VW jenis yang lain.

VW tipe ini memiliki sisi keunikan yang cukup tinggi dibanding VW jenis yang lain. (Rinto/radarmojokerto.id)

Tommy menyesuaikannya dengan mengganti crankshaft alias kruk as bawaan standar dengan kruk as Counterweight versi kompetisi. Kemudian menaikan sudut camshaft. Dari awalnya 90 derajat menjadi 100 derajat. Pun demikian dengan system pengapiannya. Tommy menggantinya dengan CDI versi kompetisi pula.

Uniknya, part vital lainnya semacam karburator tak mendapat ubahan apapun. Tommy masih mempertahankan karburator 34 mm jenis single barrel bawaan aslinya. ’’Kalau untuk harian, cukup pakai single barrel saja sudah lumayan,” kata Tommy. Sistem pendingin mesin berupa air coolant juga masih memakai asli bawaan 181 tersebut.

Meski begitu, ubahan yang dilakukan Tommy ternyata lumayan ampuh. VW Safari ini mampu melesat hingga 140 km/ jam. Itu pun menurut Tommy posisi pedal gas belum diinjak habis. ’’Pas kita tes di jalan tol, speedometer bisa tembus sampai angka segitu,” akunya.

Tak hanya cepat di jalan tol, tanjakan Cangar di jalan Pacet-Batu pun mampu dilibas dengan mudah. Untuk naik di tanjakan yang kerap menyulitkan pengendara tersebut, VW Safari ini justru main di persneling tiga. ’’Rasanya puas banget. Restorasi yang makan waktu setahun ini hasilnya ternyata luar biasa,” tandas Bambang Priyono, sang pemilik. (nto)

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia