Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
Obituari

Kader Terbaik, Cerdas, dan Rendah Hati

20 Agustus 2019, 22: 10: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Yanuar Yachya, GM Jawa Pos Radar Mojokerto.

Yanuar Yachya, GM Jawa Pos Radar Mojokerto. (Nadzir/radarmojokerto.id)

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Yanuar Yachya, GM (General Manager) Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM), berpulang. Kabar itu saya terima Minggu (18/8) sore pukul 16.33 WAS, dari teman kantor JPRM.

Informasi itu hanya beberapa saat setelah saya selesai salat Ashar. Dan, sebelumnya memang saya berniat menanyakan perkembangan kondisinya pasca operasi penyumbatan pembuluh darah di kepala bagian belakang yang menyebabkan stroke.

Kamis (15/8) lalu dan Jumat (16/8) menjalani operasi di RSU dr Soetomo Surabaya. Berpulangnya Yanuar mengejutkan sekaligus membuat saya sangat berduka. Telah kehilangan salah satu kader terbaik di Jawa Pos Radar Mojokerto, yang bisa membaca situasi dan perkembangan perusahaan ke depan.

Yang juga komunikatif dan bisa berkomunikasi sangat baik dengan wali kota dan jajarannya, bupati dan jajarannya, serta stakeholder yang lain di Mojokerto. Terbukti, setelah menjadi GM, dia bisa menjalankan program-program Jawa Pos Radar Mojokerto dan performanya membaik.

Dan, yang terpenting, Yanuar bisa memimpin teman-teman di kantor untuk meraih performa terbaik Jawa Pos Radar Mojokerto. Saya teringat ketika ditugaskan memimpin Jawa Pos Radar Mojokerto awal September 2011. Yanuar sudah di posisi pemimpin redaksi dengan wilayah kerja Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta Kabupaten Jombang.

Sebuah posisi yang tidak mudah diraih di sebuah perusahaan penerbitan media massa di jajaran anak perusahaan Jawa Pos. Posisi yang ditempati orang-orang pilihan. Setelah beberapa kali diskusi dengan Yanuar dalam sekian rentang waktu, tentang keredaksian, tentang koran, saya melihat ada potensi lain yang bisa dikembangkan pada Yanuar.

Karena itu, beberapa waktu kemudian, saya menempatkan Yanuar untuk mendalami pemasaran koran dan iklan. Itu untuk melengkapi pengalamannya di perusahaan media. Dan, bersamaan dengan program Jawa Pos untuk mengembangkan perusahaan, dengan pemisahan Kabupaten Jombang dari wilayah kerja Jawa Pos Radar Mojokerto, Yanuar, dengan berbagai pengalamannya, saya angkat menjadi general manager.

Sementara Jombang berdiri PT Jombang Intermedia Pers (Jawa Pos Radar Jombang), dengan Nur Kholis, yang juga salah satu perintis Jawa Pos Radar Mojokerto, sebagai general manager. Dua kader terbaik di Jawa Pos Radar Mojokerto bersamaan menduduki posisi general manager di perusahaan yang berbeda.

Hubungan baik Yanuar dengan stakeholder, juga menunjukkan bagaimana dia selama ini. Awal menduduki posisi sebagai GM Jawa Pos Radar Mojokerto, Yanuar tidak lagi menggunakan persneling satu sebagai start awal. Namun, dia langsung tancap gas.

Sehingga performa Jawa Pos Radar Mojokerto semakin baik di jajaran anak perusahaan di bawah PT Jawa Pos Radar. Sampai pada rapat evaluasi triwulan ke dua pada bulan Juli kemarin, performa Jawa Pos Radar Mojokerto masih menggembirakan.

Kepemimpinan Yanuar juga tercermin dari tulisan-tulisannya, yang meskipun lebih banyak bernuansa sastra, tapi menunjukkan kapasitas dan kualitasnya. Yanuar juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati di antara teman-teman dan koleganya.

Elsa Fifajanti, misalnya. Mantan wartawan yang pernah menjadi komisioner Panwaslu Kota Mojokerto, tak segan-segan memuji tulisan Yanuar. Namun, Yanuar selalu merendah. ’’Ngeles’’, itu istilah Elsa. ’’Dia sosok yang cerdas, rendah hati, dan baik. Saya juga sangat kehilangan Mas Yanuar. Dia orang baik,’’ tuturnya.

Sementara Wijayanto, staf Jawa Pos Radar Surabaya, yang juga mengkonfirmasi berpulangnya Yanuar, sangat terkejut. ’’Saya kenal baik dia karena sesama Kahmi Jatim,’’ katanya. Wijayanto yang mantan Pemred Jawa Pos Radar Surabaya itu juga kehilangan banget. Dia menyebutkan, bahwa Yanuar adalah sosok yang konsisten di bidang media.

’’Saat pertemuan dengan SPS dan Dewan Pers, dia ingin ketemu wakil ketua Dewan Pers, ingin menanyakan beberapa hal terkait media,’’ tuturnya. 

Kabar berpulangnya Yanuar menjelang malam hari Waktu Arab Saudi (WAS), langsung saya sampaikan kepada KH Nidzom, dari KBIH Annidzomy untuk salat Gaib usai salat Isya berjamaah pukul 20.21 WAS. Selamat jalan Yanuar Yachya. Kami semua kehilangan. (*)

Penulis: H. Andung A. Kurniawan

Adalah Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia