Rabu, 21 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Situs Sebaran Kerajaan Majapahit, Struktur Batu Bata Kuno Ditemukan

14 Agustus 2019, 23: 40: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga menata serpihan batu bata kuno yang ditemukan warga di Desa  Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Warga menata serpihan batu bata kuno yang ditemukan warga di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Struktur tumpukan batu bata kuno kembali ditemukan di wilayah utara sungai kemarin. Situs diduga peninggalan Majapahit ini ditemukan warga di Dusun Sumberejo, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, saat menggali lubang untuk saluran air.

Bahkan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan menyebutkan, temuan ini menjadi data penting sebaran Kerajaan Majapahit. Struktur tumpukan batu bata kuno tersebut pertama kali ditemukan Samin, 56, Minggu (11/8). Lokasinya, persis berada di samping rumahnya.

Saat itu, Samin menggali saluran air untuk pembuangan kamar mandi rumahnya. Ketika mencangkul tanah dia dikejutkan dengan tumpukan batu bata kuno. ’’Secara tidak sengaja cangkul bapak (Samin) terbentur benda keras,’’ ungkap menantu Samin, Erna, kemarin.

Samin pun penasaran. Dia melanjutkan menggali lubang hingga menemukan batu bata merah dengan ukuran lebih besar dibanding batu bata umumnya. ’’Setelah diperhatikan, batu bata kuno atau diduga peninggalan Majapahit,’’ sebutnya. Dugaan itu didukung setelah sebelumnya di lokasi yang sama pernah ditemukan di sekitar rumahnya berupa batu bata besar.

Namun, karena dikira hanya batu bata biasa, saat itu, batu bata tersebut dibiarkan begitu saja. ’’Tapi, ini karena bentuknya beda dengan bata umumnya. Mulai dari bentuk, panjang, dan lebarnya. Akhirnya, bapak membiarkan, khawatir ada apa-apa. Sebab banyak warga yang mengatakan ini adalah batu bata pada zaman Majapahit,’’ paparnya.

Rata-rata, lanjut Erna, tumpukan batu bata yang ditemukan berukuran 29 cm dan lebar 21 cm. Sedangkan, ketebalannya mencapai sekitar 6 cm. Selain batu bata kuno, di Desa Brayublandong beberapa kali warga menemukan benda-benda langka. Seperti pecahan guci dan uang kuno. ’’Termasuk di temuan lokasi sekarang.Dulu pernah ditemukan,’’tambah Rejo Salmani, 69, warga lainnya.

BPCB Jatim di Trowulan langsung melakukan peninjauan ke lokasi. ’’Kesimpulannya menunggu dulu. Kita masih melakukan pengukuran dan peninjauan,’’ ungkap Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, ditemui di lokasi. Dia menjelaskan, temuan situs ini merupakan data penting sebaran Kerajaan Majapahit. Sebab, sejauh ini, jarang sekali peninggalan bersejarah era Majapahit ditemukan di wilayah Kecamatan Dawarblandong.

’’Ini bisa dikatakan pertama kali sebaran Kerajaan era Majapahit ditemukan di wilayah ini (Dawarblandong). Sebelumnya,belum ada temuan pada masa Hindu Buddha hingga Majapahit, ditemukan sejarah di daerah ini. Tentu, ini data penting untuk mengungkap sejarah,’’ terangnya.

Struktur batu bata tersebut cukup kental dengan peninggalan masa Kerajaan Majapahit. Menurut Wicaksono, terdapat dua lapis batu bata memanjang hingga 1,5 meter yang berpijak pada batu alam sebagai pondasi dasar. Selebihnya, hingga kini masih tertimbun tanah di lahan pribadi warga. Melihat bangunan tersebut, diperkirakan tumpukan batu bata ini bekas rumah.

’’Yang jelas ini adalah peninggalan bekas Majapahit. Untuk masa kapan, kami masih mencoba menelusuri lebih jauh,’’ tuturnya. Atas temuan ini, BPCB Jatim bakal melaporkan ke Disparpora Kabupaten Mojokerto agar segera ditindak lanjuti. Apalagi, dari dari informasi warga, di kawasan tersebut banyak ditemukan benda-benda peninggalan masa lampau.

Seperti serpihan guci hingga senjata. ’’Nanti akan kita telusuri. Apakah pada masa itu Dawarblandong menjadi posisi penting era Majapahit,’’ tandas Wicaksono. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia