Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mata Lensa

Olah Kopi Dapur Rumahan, Sebulan Omzet Tembus Rp 8 Juta

14 Agustus 2019, 21: 53: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tumini menggoreng kopi di tungku dapur rumahnya Dusun Brejel Kidul, Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Tumini menggoreng kopi di tungku dapur rumahnya Dusun Brejel Kidul, Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

SEORANG pekerja mengolah biji kopi di dapur kopi rumahan di Dusun Brejel Kidul, Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Kedai kopi modern yang berkembang pesat di pelosok pedesaan saat ini tak berpengaruh pada penjualan kopi rumahan.

Tumini, salah satu pelaku usaha warung kopi, mengatakan, kopi yang ia olah sendiri (nonpabrik) mempunyai segmentasi sendiri. Menghasilkan cita rasa kopi khas pedesaan. Ia menyangrainya menggunakan tungku dan berbahan bakar kayu.

Tak kalah dengan pelaku usaha modern. ’’Dalam sebulan, omzet penjualan kopi bisa mencapai Rp 7 hingga 8 juta. Itu sudah bersih di luar biaya produksi,’’ ungkap Tumini.

Tak kalah dengan pelaku usaha modern. ’’Dalam sebulan, omzet penjualan kopi bisa mencapai Rp 7 hingga 8 juta. Itu sudah bersih di luar biaya produksi,’’ ungkap Tumini. 

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia