Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Max On Jek, Aplikasi Karya Arek Mojokerto, Sudah On di Tiga Provinsi

13 Agustus 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warna oranye inilah yang menjadi ciri khas max on jek. Mereka sudah terbentuk di sejumlah wilayah di negeri ini.

Warna oranye inilah yang menjadi ciri khas max on jek. Mereka sudah terbentuk di sejumlah wilayah di negeri ini. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Ingin menikmati makanan,  tak perlu repot dan mendatangi restoran yang diidamkan. Kini, sebuah aplikasi baru karya arek Mojokerto mulai naik daun. Namanya Max On Jek.

Sejumlah pengemudi layanan antar dengan menggunakan pakaian hitam hijau, sudah biasa ditemui di jalanan. Namun, sejak beberapa bulan terakhir, terdapat pengendara motor dengan jaket dan helm warna oranye. Mereka itu adalah satu pengemudi Max On Jek.

Aplikasi ini telah lahir sejak April lalu dan kini sudah menjamah tiga wilayah. Yakni, di Bandung, Jakarta Timur dan Mojokerto. ’’Di Mojokerto sendiri, sudah ada 45 driver yang selalu on,’’ ungkap CEO Max On Jek, Datuk Abdul Karim, saat ditemui di kantornya, di Jalan Gatoel Gang 6/8 Kota Mojokerto.

Ia menceritakan, jasa layanan antar ini memang bukan kali pertama lahir. Namun, terdapat sejumlah kelebihan dibanding aplikasi lain. Di antaranya, pemesan tak dibatasi jarak tempuh dan pelayanan akan jauh lebih cepat.

Semisal, seorang customer yang tengah berada di Kota Mojokerto dan mengakses aplikasi dengan memesan makanan di Mojosari, akan terlayani. ’’Tidak ada batasan jarak,’’ tambah dia. Aplikasi ini, tak sekadar memberikan keuntungan bagi para pelanggan. Namun, juga menggeliatkan pelaku ekonomi lokal.

Karena, aplikasi ini tak sepeser pun memasang tarif. Berbeda dengan aplikasi lain yang memasang tarif lebih besar hingga 20 persen. ’’Karena tujuan kami, pemesan dan pelaku ekonomi mikro tidak terbebani,’’ jelas Datuk.

Tarif akan berbeda jika bagi para pelaku usaha besar yang ingin masuk di daftar aplikasinya. Mereka harus menyetujui menaikkan tarifnya. ’’Semisal harga pecel itu Rp 10 ribu, kita naikkan di aplikasi menjadi Rp 12 ribu,’’ tuturnya.

Selain memasang bebas tarif bagi pelaku usaha kecil dan menengah, aplikasi ini juga memberikan peluang bagi para driver. Tak sedikit, driver di Max On Jek ini yang hanya mengandalkan aplikasi ini untuk memperbaiki taraf hidupnya. Aplikasi ini dianggap telah mampu menjadi tumpuhan ekonomi keluarganya.

Datuk menceritakan, niat membentuk aplikasi ini bermula dari hobinya touring bersama sejumlah temannya. Dan, memunculkan ide untuk membentuk aplikasi ini. Kali pertamanya di launching di Bandung, lalu merembet ke Bekasi dan kini sudah hadir di Mojokerto.  

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia