Rabu, 21 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Bendera Merah Putih Sepanjang 740 Meter Membentang di Mojokerto Raya

12 Agustus 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ribuan masyarakat dari berbagai elemen mengikuti Kirab Prasetya Merah Putih di Jalan Gajah Mada Mojokerto, Sabtu (10/08).

Ribuan masyarakat dari berbagai elemen mengikuti Kirab Prasetya Merah Putih di Jalan Gajah Mada Mojokerto, Sabtu (10/08). (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Bendera merah putih sepanjang 740 meter dibentangkan di tengah Kota Mojokerto, Sabtu (10/8).

Dengan start depan Pemkot Mojokerto dan finis Taman Brantas Indah (TBI), Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, bendera raksasa ini dikirab ratusan elemen masyarakat. Terdiri, Polri, TNI, Pemkot, Pemkab, BNNK, Forpimda, relawan, hingga pelajar.

Kegiatan bertajuk  Prasetya Merah Putih tersebut untuk menyambut Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia. Sekaligus menggelorakan cinta Tanah Air. ’’Kita bisa meningkatkan kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan kita,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono.

Bendera merah putih yang dibawa ribuan pelajar, masyarakat, dan anggota TNI/Polri ini juga dibentang membentuk tulisan angka 74. Yakni, angka HUT RI. Menurutnya, tradisi ini menjadi agenda rutin yang harus tetap dilestarikan untuk menyambut kemerdekaan RI. Ini juga mnjadi agenda kedua yang pernah berlangsung di Kota Onde-Onde.

Di tahun 2018 kegiatan serupa digelar. Namun, hanya sepanjang 200 meter. Sehingga, dengan panjang 740 meter kali ini, menjadi bendera terpanjang yang pernah dibentangkan di Kota Onde-Onde. Tentunya, suksesnya giat ini tak lepas dari dukungan semua komponen masyarakat umum dan seluruh tokoh yang ada di Mojokerto Raya, Kota dan Kabupaten Mojokerto.

’’Harapannya adalah, kegiatan ini mampu menjaga rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap Tanah Air. Terutama generasi muda kita,’’ tegasnya. Kegiatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan, membangun, dan mengisi kemerdekaan. Dari pantaun di lokasi, atraksi paramotor dan prosesi larung sesaji juga mewarnai Prasetya Merah Putih kali ini.

Beberapa ekor itik dan sesaji itu dilarung langsung Wali Kota Ika Puspitasari dan Kapolresta Mojokerto di pinggir Sungai Brantas. Larung ini sebagai wujud syukur atas berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

’’Arak bendera ini sudah berjalan di tahun kedua. Sebuah bentuk sinergis dari seluruh elemen masyarakat yang bisa menjadi contoh bagi semuanya. Khususnya bagi generasi muda,’’ tambah Wali Kota Ika Puspitasari, usai kegiatan.

Menurutnya, untuk menuju kemajuan di daerah maupun di sebuah negara, kunci utamanya adalah sinergi. Tak hanya sinergi, namun kerukunan, gotong royong dan kebersamaan juga menjadi penting dan utama. ’’Ini adalah wujud Bhinneka Tunggal Ika di Mojokerto Raya yang patut dicontoh semuanya,’’ sebutnya.  

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia