Rabu, 21 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jalan Rusak Jadi Perkebunan Pisang, Buntut Protes Warga kepada Pemda

08 Agustus 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dewan mendapat laporan warga terkait ruas jalan rusak di Desa Nggembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto yang ditanami pohon pisang.

Dewan mendapat laporan warga terkait ruas jalan rusak di Desa Nggembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto yang ditanami pohon pisang. (DPRD for radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan mendapat atensi khusus dari kalangan dewan. Mengingat, kondisi tersebut banyak direaksi masyarakat yang menginginkan perbaikan.

Seperti temuan Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Ruas jalan tersebut sampai kini belum mendapatkan perlakuan, baik perawatan maupun perbaikan menyeluruh.

Kondisi tersebut praktis menuai reaksi masyarakat setempat. Itu seperti di ruas jalan Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu. Akibat tak kunjung mendapat perbaikan, masyarakat menanam pisang di ruas jalan. ’’Ruas jalan di Kecamatan Dlanggu itu salah satu yang dikeluhkan masyarakat,’’ ungkap Ina Mujiastutik, wakil ketua Komisi III.

Ia mengatakan, ruas jalan itu mengalami kerusakan yang terbilang parah. Sehingga sempat mendapat alokasi perbaikan dari pemkab. Bahkan, sudah masuk ploting perbaikan tahun ini, namun belum juga terealisasi. ’’Di situ sebenarnya sudah diploting, bahkan sebagian sudah dicor. Tapi, ada penyempitan ruas jalan,’’ kata Ina.

Kondisi penyempitan ruas jalan itu diakibatkan adanya rumah warga yang mepet jalan. Sehingga diperlukan persetujuan warga agar ruas jalan dapat diperlebar. ’’Karena ada penyempitan ada rumah yang sangat mepet jalan, sehingga tidak bisa dilanjutkan,’’ tandas politisi PKS ini.

Meski begitu, menurut informasi yang didapatnya, warga telah bersedia untuk dilakukan pelebaran ruas jalan. Asalkan, pemkab bersedia melanjutkan pengecoran jalan. ’’Kami mendesak DPUPR agar mengatensi serius, karena sebenarnya warga berkenan untuk dilebarkan,’’ tukas dia.

Kondisi ruas jalan rusak di Kecamatan Dlanggu itu, sebut dia, juga dialami di beberapa titik lainnya. Seperti di ruas jalan Desa Baureno dan Desa Nawangan, Kecamatan Jatirejo. ’’Bedanya, ruas jalan di dua desa tersebut kondisinya jauh lebih parah kerusakannya. Juga di desa-desa lainnya,’’ imbuh Ina.

Diketahui, ruas jalan di Kabupaten Mojokerto ditargetkan ditingkatkan menjadi konstruksi beton sepanjang 1.041,324 kilometer. Sampai kini, capaian ruas jalan beton baru 66,82 persen. Tahun ini, sejumlah ruas diharapkan meningkat kualitasnya. Mengingat, masih ada sekitar 6,46 persen yang kondisinya rusak. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia