Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dilarang Pasang Bendera Kusam, Petugas Sisir Permukiman dan Pertokoan

08 Agustus 2019, 20: 09: 36 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas satpol PP membantu warga memasang bendera merah putih di Jalan Panglima Sudirman, Kota Mojokerto.

Petugas satpol PP membantu warga memasang bendera merah putih di Jalan Panglima Sudirman, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

Kota, Jawa Pos radar Mojokerto - Jelang perayaan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, Satpol PP Kota Mojokerto melakukan penyisiran di setiap lingkungan dalam kota Rabu (7/8).

Mereka mengimbau masyarakat untuk memasang bendera demi menghormati jasa para pahlawan kemerdekaan. Penyisiran ini sekaligus melarang masyarakat memasang bendera rusak atau warnanya kusam.

’’Masyarakat agar menyadari. Dan, kami ingin menggugah agar mereka mencintai NKRI,’’ ungkap Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono. Penyisiran ini tak lain sebagai upaya pemkot dalam meningkatkan kecintaan warga kota terhadap NKRI. Hal itu berdasarkan SE Wali Kota Nomor 003.1/769/417107/2019.

Penyisiran dilakukan disemua lingkungan tanpa terkecuali. Dari permukiam padat penduduk, pusat keramaian, lingkungan pendidikan, instansi pemerintahan, hingga pertokoan. ’’Pemasangan bendera ini terhitung mulai 1-31 Agustus 2019,’’ tandasnya.

Dodik menegaskan, pemasangan bendera harus diperhatikan sesuai pedoman pemasangan. Yakni, sesuai pasal 7 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Di mana, di dalamnya dijelaskan, bendera negara dikibarkan dan dipasang pada tiang yang besar dan tingginya seimbang dengan ukuran bendera negara.

Saat hendak dikibarkan atau diturunkan bendera juga tak boleh menyentuh tanah. ’’Dilarang mengibarkan bendera yang kusut, rusak, kusam, dan sobek,’’ tegasnya. Pemkot juga mengimbau untuk melakukan pemasangan umbul-umbul, dekorasi atau hiasan lainnya.

Hal itu sebagai bentuk ekspresi semangat Proklamasi Kemerdekaan RI. Baik di lingkungan, rumah, toko, gerai bangunan, hingga perkantoran. ’’Sekaligus sebagai momentum sarana pendidikan dan hiburan bagi masyarakat,’’ paparnya.

Namun, dalam penyisiran ini satpol PP masih saja menemukan sejumlah toko yang belum memasang bendera. Seperti yang terpantau di Jalan Raya PB Sudirman, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Magersari. Di antara banyak pertokoan, setidaknya ada empat unitdiketahui belum memasang bendera.

’’Dan, saat itu juga kami perintahkan agar memasang bendera,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia